Tim LPPM Unib Kembali Diturunkan untuk Lengkapi Dokumen Pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara

Tim LPPM Unib Kembali Diturunkan untuk Lengkapi Dokumen Pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara

Rencana pemekaran wilayah--

RADARUTARA.ID- Tim LPPM dari Universitas Bengkulu (Unib) kembali diturunkan ke 6 kecamatan yang menjadi lokus wilayah pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara.

Sesuai jadwal yang sudah ditetapkan, kunjungan LPPM Unib yang dibagi menjadi dua tim, ini akan diawali dari Kecamatan Napal Putih dan Kecamatan Pinang Raya yang dijadwalkan pada Selasa (21/11) hari, ini.

Selanjutnya, dilanjutkan ke Kecamatan Ketahun, Kecamatan Putri Hijau dan Kecamatan Marga Sakti Sebelat pada hari Rabu (22/11), besok. Dan terakhir, dilanjutkan ke Kecamatan Ulok Kupai pada hari Kamis (23/11), lusa.

BACA JUGA:Sejak 2019 Pembangunan Jalan Kabupaten di Bengkulu Utara Tak Pernah Direspon, Kini Diusulkan Lagi di TA 2025

Sesuai data dan informasi yang berhasil dihimpun oleh Radarutara.id, kehadiran tim LPPM Unib ke 6 kecamatan itu bertujuan untuk melengkapi beberapa dokumen administrasi pendukung dalam mendorong proses kajian calon ibu kota kabupaten baru.

"Kehadiran tim LPPM Unib, ini untuk melengkapi kembali dokumen yang sebelumnya masih kurang dalam mendorong proses kajian calon ibu kota kabupaten," ungkap Ketua Presidium Pemekaran Kabupaten Bengkulu Utara, Sumarji, S.IP.

Selanjutnya kata Sumarji, ketika dokumen tambahan tersebut sudah berhasil dilengkapi oleh tim LPPM Unib,  maka proses pengukuran batas administratif kewilayahan calon kabupaten baru oleh tim Top Dam Sriwijaya akan dilaksanakan.

"Sesudah dokumen penunjang kajian ibu kota kabupaten dilengkapi. Maka giliran tim Top Dam Sriwijaya akan kita turunkan untuk menentukan batas administratif wilayah kabupaten baru," imbuhnya.

BACA JUGA:Tiga Orang Peserta Seleksi PPPK Bengkulu Utara Formasi Teknis Gugur

Sayangnya kata Sumarji, hingga saat, ini baru ada satu calon lokasi ibu kota yang usulannya sudah sampai ke pihak Presidium dan tim kajian. Sementara usulan calon lokasi ibu kota lainnya yang berasal dari masing-masing kecamatan belum sampai kepada pihak Presidium maupun tim pengkaji.

"Kita membuka ruang seluas-luasnya kepada setiap kecamatan yang sebelumnya sempat berkeinginan mengusulkan calon ibu kota kabupaten. Tapi sampai sekarang belum ada satu pun, usulan yang masuk ke kita. Hari, ini hanya ada satu calon lokasi yang dari sisi kelengkapan dokumennya sudah sampai ke kita, yakni calon lokasi yang ada di areal PT Pamor Ganda," bebernya.

Lebih jauh Sumarji, memastikan kesempatan untuk mengusulkan calon lokasi ibu kota kabupaten baru, itu masih sangat terbuka.

"Kami masih menunggu usulan itu. Tapi lokasi yang diusulkan harus sudah dilengkapi dengan dokumen pendukungnya," tandasnya.*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: