Ini Syarat dan Tata Cara Nikah Siri Agar Sah di Mata Agama dan Masyarakat

Ini Syarat dan Tata Cara Nikah Siri Agar Sah di Mata Agama dan Masyarakat

Ini Syarat dan Tata Cara Nikah Siri agar Sah di Mata Agama--

2. Tata Cara Nikah Siri

Hal yang sangat penting supaya nikah siri menjadi sah di mata agama adalah adanya izin dari wali calon mempelai perempuan yang sah, yakni ayah kandungnya. 

Jika nikah siri dirahasiakan dari keluarga calon mempelai perempuan dan secara sepihak langsung menunjuk wali hakim padahal wali nikah yang sah masih hidup, maka pernikahan tersebut dianggap batal atau tidak sah.

Tata cara nikah siri juga lebih sederhana daripada pernikahan resmi. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah meminta izin kepada wali nikah yang sah dari pihak perempuan. Setelah memperoleh izin menikah, pastikan ada 2 orang untuk menjadi saksi. 

Kemudian, siapkan mahar atau mas kawin untuk ijab kabul. Dan yang terakhir, datangilah pemuka agama atau orang yang biasa menjadi penghulu pernikahan untuk melakukan ijab kabul.

BACA JUGA:Sertifikat Tanah Hilang? Tak Perlu Bingung, Begini Cara Mengurusnya

3. Hukum Nikah Siri

Jika rukun dan syarat nikah siri telah terpenuhi, maka pernikahan tersebut dapat dianggap sah secara agama Islam. Namun karena tidak tercatat di KUA, legalitas pernikahan itu tidak tercatat secara hukum.

Hukum pernikahan diatur dalam Undang-Undang tentang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974 yang menerangkan bahwa setiap perkawinan harus dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.  

Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang No. 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan memang mengatur bahwa “Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu”.

Namun, dalam ayat selanjutnya UU Perkawinan mewajibkan pencatatan perkawinan untuk mendapatkan akta perkawinan.

Akta perkawinan adalah bukti telah terjadinya/berlangsungnya perkawinan, bukan yang menentukan sah tidaknya perkawinan. Hanya saja, ketiadaan bukti inilah yang menyebabkan anak maupun istri dari perkawinan siri tidak memiliki legalitas di hadapan negara.

BACA JUGA:Jelang Ajang FIFA Matchday, Benarkah Lionel Messi Bakal Ke Indonesia?

Nah, sekarang kamu sudah tahu kan syarat, tata cara dan hukum nikah siri? Meski terbilang sederhana, tapi sebaiknya menikahlah secara resmi di KUA agar pernikahanmu terlindungi secara hukum negara.

Itulah syarat nikah siri bagi laki-laki dan perempuan, tata cara serta hukumnya di Indonesia. Semoga bermanfaat ya!*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: