Perluasan Tanaman Padi Terus Dipercepat

Senin 27-07-2026,09:30 WIB
Reporter : Doni Aftarizal
Editor : Ependi Harian

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (TPHP), terus mempercepat perluasan areal tanam padi demi memenuhi target luas tanam mencapai 104.607 hektar (Ha) dalam tahun ini.

Ini disampaikan Kepala Dinas (Kadis) TPHP Provinsi Bengkulu, Rosmala Dewi. Menurutnya, hingga pertengahan Juli 2026 realisasinya baru mencapai sekitar 45 ribu Ha atau 40 persen.

"Meskipun demikian kita tetap optimis, jika target perluasan areal tanam padi tersebut dapat tercapai sebelum akhir tahun," ungkap Rosmala Dewi.

Disisi lain, Rosmala Dewi menjelaskan, rendahnya capaian luas tanam dipengaruhi beberapa faktor. Seperti ketersediaan air akibat proses pengeringan jaringan irigasi, distribusi pupuk dan lain sebagainya.

BACA JUGA:Petani Lubuk Pinang Cemas, Serangan Hama Tikus Ancam Padi Sawah

"Tapi karena adanya target, secara perlahan persoalan itu kita uraikan," kata Rosmala Dewi.

Disinggung produksi pada yang ada, Rosmala Dewi menyampaikan, dari sekitar 45 ribu Ha lahan yang telah ditanami, produksi padi yang dihasilkan telah mencapai kurang lebih 150 ribu ton.

"Produktivitas tanaman padi tersebut sangat positif. Makanya kita terus berupaya untuk melakukan percepatan, agar target perluasan area tanam padi bisa tercapai hingga akhir tahun," tegas Rosmala Dewi.

Rosmala Dewi menambahkan, pemerintah kini fokus mengakselerasi penambahan luas tanam di berbagai daerah. Benih padi untuk musim tanam reguler telah tersedia dan siap disalurkan kepada petani.

"Sehingga proses tanam hanya menunggu kondisi cuaca, serta ketersediaan air yang lebih mendukung untuk mengairi sawah petani," tambah Rosmala Dewi.

BACA JUGA:Target IP 300 Tertahan, Produksi Padi di Mukomuko Tembus 7 Ton per Hektare

Selain itu, sambung Rosmala Dewi, pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait guna mengatasi berbagai hambatan di lapangan.

"Ini dilakukan semata-mata agar percepatan normalisasi jaringan irigasi, sekaligus memastikan distribusi pupuk berjalan lebih lancar agar kebutuhan petani dapat terpenuhi," ujar Rosmala Dewi.

Lebih lanjut Rosmala Dewi mengemukakan, meski capaian saat ini masih berada di bawah target, pihaknya tetap optimistis percepatan tanam yang dilakukan pada semester kedua tahun ini mampu mengejar kekurangan luas tanam yang ada.

"Yang jelas kita optimis target luas tanam 104.607 Ha dapat direalisasikan hingga akhir tahun," tutup Rosmala Dewi. 

Kategori :