Padahal Sedang Memasuki Musim Kemarau, Kenapa Intensitas Hujan Masih Tetap Tinggi? Berikut Penjelasan BMKG

Sabtu 01-07-2023,12:54 WIB
Reporter : Sigit Haryanto
Editor : Septi Maimuna

"Sistem ini menginduksi peningkatan kecepatan angin >25 knot (low level jet) dan membentuk daerah pertemuan/perlambatan kecepatan angin (konvergensi) yang memanjang di Samudra Pasifik sebelah Timur Filipina," kata BMKG.

"Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah konvergensi tersebut."

BACA JUGA:Tak Boleh Asal, Ini Aturan dan Tata Cara Pemasangan Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024

BACA JUGA:Banjir Keberuntungan, Ini Deretan Weton Paling Hoki di Bulan Juli, Cek Disini Apa Wetonmu Termasuk?

Yang kedua, Siklon Tropis Biparjoy. Badai ini, per Rabu (14/6) dini hari mengarah ke Pakistan dari Laut Arab, setelah sebelumnya melalui Samudera Hindia selatan India.

Badai ini masih jauh dari RI untuk memberi efek seperti Guchol.

Dalam tulisan R. Azgha dan Mukminan berjudul 'Analysis of the influence of tropical cyclones on rainfall in Indonesia' di jurnal IOP, siklon tropis membutuhkan waktu tujuh hari proses pembentukan, mulai dari tumbuh hingga raib. Namun, variasinya bisa mencapai 1 hingga 30 hari.

BACA JUGA:Mendadak OKB, Ini 5 Weton yang Rezekinya Melimpah Setelah Menikah

Menurut keduanya, syarat-syarat pembentukan siklon tropis adalah:

Pertama, suhu permukaan laut cukup panas yaitu diatas 26º C. Udara di bagian bawah lapisan lembab, udara ini menyebar dan lebih panas dari atmosfer lingkungan hingga ketinggian 12 km.

Kedua, parameter Coriolis harus lebih besar dari nilai minimum yang ditemukan pada garis lintang sekitar 50 belahan utara dan selatan. Jika gaya Coriolis lemah, siklon tidak terbentuk.

Memang, menurut keduanya, Indonesia bukan wilayah yang membentuk siklon tropis karena letak geografis yang berada di garis khatulistiwa yang dipengaruhi oleh gaya/efek coriolis.

BACA JUGA:Dahsyat! Ini 4 Weton Paling Sakti, Sulit Dikalahkan dan Ditakuti Banyak Orang

BACA JUGA:Dahsyatnya 4 Amalan Subuh Dari Mbah Moen, Rezeki Lancar Hingga Hutang Lunas

Efek ini ditemukan oleh ahli matematika Prancis Gaspard-Gustave de Coriolis di abad 19. Intinya, daerah khatulistiwa selalu berputar lebih cepat ketimbang daerah yang makin mendekati kutub.

Efeknya, badai tak akan masuk tepat di khatulistiwa.

Kategori :