Punya Aset Triliunan Rupiah, Wanita Terkaya di Asia Ternyata Berasal dari Indonesia

Punya Aset Triliunan Rupiah, Wanita Terkaya di Asia Ternyata Berasal dari Indonesia

Mempunyai Aset Triliunan Rupiah, Wanita Terkaya Di Asia Ternyata Berasal Dari Indonesia--

RADARUTARA.ID - Menjadi orang terkaya merupakan salah satu impian yang diinginkan oleh kebanyakan orang, bahkan tidak sedikit orang-orang kaya bukan hanya berasal dari kaum lelaki saja akan tetapi juga bahkan ada dari kaum hawa. Bahkan ia dijuluki sebagai wanita terkaya di Asia tenggara.

Wanita tersebut adalah Dewi kam yang berasal dari RI. Kekayaannya ditaksir mencapai US$ 4,3 Miliar atau Rp.64,5 triliun.

Saat ini ia menduduki posisi ke-9 sebagai orang terkaya di RI sekaligus menduduki peringkat ke 679 di dunia.

Tak heran tentunya jika ia memiliki aset dan properti mewah, hal tersebut dibuktikan beberapa waktu lalu ia sempat bikin geger, karena membeli unit kondominium dengan 4 kamar tidur seluas 4.112 kaki persegi di lantai 24 scotts high park. Ditaksir nilai properti tersebut sebesar US$ 12,64 Juta atau sekitar Rp 188,93 miliar.

BACA JUGA:Sumbang Rp14 M ke Palestine, Akun Medsos Ustadz Adi Hidayat Diblokir Google

BACA JUGA:Memilih Kehidupan Religius, Gadis Kecil Asal India Tolak Warisan Senilai Rp921 Miliar

Selain itu Dewi Kam juga harus membayar Additional Buyer Stamp Duty (ABSD) alias Bea Meterai Pembelian Tambahan sebesar 60% untuk kondominium ita.

Dewi Kam juga harus membayar 6% bea materai pembelian BSD sebesar US$ 760.800. Pasalnya, BSD untuk semua properti hunian pribadi di atas US$ 3 juta dinaikkan dari 4% menjadi 5% mulai 15 Februari 2023.

Kam menghadapi peningkatan beban pajak ketika dikenakan Additional Buyer's Stamp Duty (ABSD) yang naik dari 30% menjadi 60% mulai 27 April 2023.

Kebijakan ini diberlakukan untuk menstabilkan pasar properti residensial yang mengalami lonjakan harga yang tinggi.

Dampak dari perubahan kebijakan tersebut adalah Kam diharuskan membayar ABSD senilai US$ 7,60 juta atau sekitar Rp 113,24 miliar atas properti yang dimilikinya di Singapura.

Total biaya pembelian properti termasuk bea meterai ABSD dan BSD mencapai US$ 21,04 juta atau setara Rp 313,49 miliar.

BACA JUGA:Menembus Hutan Gunung Slamet, Pipa Raksasa Tempat Surganya Fotografi

BACA JUGA:Orang Terkaya Nomer 2 di Indonesia Ini Ingin Bawa Penguin ke Kalimantan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: