Mukomuko Perkuat Benteng Hadapi Ancaman Bencana

Mukomuko Perkuat Benteng Hadapi Ancaman Bencana

BPBD Mukomuko saat menggelar FGD untuk menghadapi ancaman bencana daerah-Wahyudi-

Karena itu, RPBD 2026–2030 nantinya diharapkan tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.

Dokumen tersebut harus mampu menjadi pedoman nyata bagi seluruh pihak dalam menjalankan program pengurangan risiko bencana sekaligus meningkatkan ketahanan masyarakat.

“Melalui diskusi ini, semua pihak yang hadir dapat memberikan usulan-usulan. Sehingga nantinya dokumen RPBD yang dihasilkan bisa dijadikan acuan kerja,” tegasnya.

BACA JUGA:Kemarau Belum Picu Krisis Air Bersih, BPBD Minta Warga Tidak Boros

Pihaknya berharap hasil pembahasan lintas sektor tersebut mampu melahirkan strategi penanggulangan bencana yang lebih terpadu.

Dengan perencanaan yang kuat dan dukungan seluruh pihak, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu bertahan ketika bencana datang, tetapi juga lebih siap mengurangi dampak yang ditimbulkan.

"Kesiapsiagaan bukan sekadar pilihan, melainkan kebutuhan. Sebab bencana tidak pernah mengenal waktu dan tidak bisa diprediksi secara pasti. Yang dapat dilakukan adalah memastikan pemerintah dan masyarakat selalu berada dalam kondisi siap menghadapi setiap kemungkinan," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: