Perkim Mukomuko Usulkan Anggaran Pendamping Bedah Rumah
Kepala dinas Perkim Mukomuko, Suryanto, MSi-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Mukomuko mengajukan anggaran khusus untuk kegiatan pendamping dalam program bedah rumah milik warga.
Usulan ini muncul karena selama ini tidak tersedia alokasi anggaran sama sekali untuk mendukung tahapan teknis di lapangan, termasuk verifikasi data penerima manfaat.
Kepala Dinas Perkim Mukomuko, Suryanto, M.Si, menyatakan bahwa program bedah rumah yang berjalan selama ini hanya fokus pada bantuan fisik pembangunan, tanpa disertai dukungan biaya operasional bagi kegiatan pendampingan.
Padahal, proses tersebut dinilai penting untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan sesuai kondisi riil di lapangan.
Menurutnya, tim di lapangan tetap harus melakukan berbagai tahapan, mulai dari pengecekan kondisi rumah, validasi data penerima, hingga pengawasan pelaksanaan pembangunan.
"Seluruh kegiatan itu berjalan tanpa dukungan anggaran, sehingga membebani kinerja teknis dan berpotensi memengaruhi kualitas pelaksanaan program," katanya.
BACA JUGA:Selain Lewat APBD, Pemkab BU Dapat Kuota 200 Unit Bedah Rumah Dari Pusat
Ia menegaskan, kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut. Tanpa dukungan anggaran pendamping, proses verifikasi dan pengawasan menjadi tidak optimal.
Akibatnya, potensi kesalahan data dan ketidaktepatan sasaran bantuan tetap terbuka.
Ia pun telah mengusulkan agar anggaran pendamping tersebut dapat diakomodir dalam perencanaan ke depan.
Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk membiayai kegiatan verifikasi lapangan, monitoring, serta pendampingan teknis selama proses pembangunan berlangsung.
BACA JUGA:Selain Lewat APBD, Pemkab BU Dapat Kuota 200 Unit Bedah Rumah Dari Pusat
Suryanto menilai, keberadaan anggaran pendamping bukan sekadar pelengkap, melainkan kebutuhan dasar dalam setiap program bantuan sosial berbasis pembangunan fisik.
"Tanpa itu, pelaksanaan program berisiko tidak maksimal dan sulit dikontrol secara menyeluruh," ungkapnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: