Kurikulum Berbasis Cinta, Arah Baru Pendidikan Madrasah di Mukomuko
Kemenag Mukomuko saat menggelar kegiatan workshop impelemtasi kurikulum berbasis cinta-Radar Utara / Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Kementerian Agama Kabupaten MUKOMUKO mendorong penguatan konsep kurikulum berbasis cinta sebagai pendekatan dalam proses pendidikan di madrasah.
Pendekatan ini dinilai penting untuk mengembalikan hakikat pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter peserta didik.
Kepala Kantor Kementerian Agama Mukomuko, H Widodo, SH.I, MAP, menegaskan bahwa selama ini ukuran keberhasilan pendidikan masih didominasi oleh angka dan capaian akademik semata.
“Keberhasilan pendidikan tidak bisa lagi hanya diukur dari nilai dan peringkat. Madrasah harus mampu melahirkan peserta didik yang berakhlak, berempati, dan peduli terhadap sesama,” tegasnya.
BACA JUGA:Tudingan Pungli di MTsN 2 Mukomuko, Kemenag: Itu Informasi yang Menyesatkan
Menurutnya, kurikulum berbasis cinta bukanlah bentuk kurikulum baru, melainkan cara pandang dalam menjalankan proses pendidikan.
Cinta ditempatkan sebagai dasar dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi.
“Kurikulum berbasis cinta bukan kurikulum baru, tetapi cara pandang dalam mendidik, di mana guru tidak hanya mengajar, tetapi membimbing dengan ketulusan,” jelas Widodo.
Dalam praktiknya, guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pembimbing yang memahami kondisi peserta didik.
Pendekatan ini menuntut adanya ketulusan, kesabaran, dan perhatian terhadap perkembangan setiap siswa, baik secara akademik maupun emosional.
BACA JUGA:Kemenag Mukomuko Tegaskan Sumbangan Komite Bukan Pungli Jika Sesuai Aturan
Menurut Widodo, madrasah dinilai memiliki kekuatan dalam menerapkan konsep ini.
Nilai-nilai keislaman yang menjadi dasar pendidikan mengandung ajaran kasih sayang, penghormatan terhadap sesama, serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Madrasah memiliki modal kuat karena nilai-nilai Islam mengajarkan kasih sayang, penghormatan, dan kepedulian sosial,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: