MTsN 5 Mukomuko Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

MTsN 5 Mukomuko Galang Donasi untuk Korban Gempa NTT

Terlihat siswa MTsN 5 Mukomuko saat menggalang donasi untuk NTT-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Kepedulian terhadap korban bencana alam kembali ditunjukkan keluarga besar MTsN 5 Mukomuko. Seluruh warga madrasah bergerak bersama menggelar aksi penggalangan donasi untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi kemanusiaan tersebut berlangsung di lingkungan MTsN 5 Mukomuko dan mendapat dukungan dari seluruh warga madrasah.

Para siswa dari kelas VII, VIII dan IX ikut menyisihkan sebagian uang yang mereka miliki. Tidak hanya siswa, para guru dan tenaga kependidikan juga turut berpartisipasi dalam penggalangan bantuan tersebut.

Donasi dikumpulkan secara kolektif dan sukarela. Meski berasal dari lingkungan madrasah, bantuan tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak bencana.

BACA JUGA:Terkumpul Rp10 Juta, SDIT Darul Fikri Salurkan Donasi Peduli Palestina

Pihak madrasah memastikan dana yang berhasil dikumpulkan selanjutnya akan disalurkan kepada korban melalui lembaga penyalur yang terpercaya.

Dengan demikian, bantuan yang diberikan diharapkan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka setelah dilanda bencana.

Kepala MTsN 5 Mukomuko, Zulhaeri, S.Ag, mengatakan penggalangan donasi tersebut tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dana.

Kegiatan itu juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa untuk memahami arti kepedulian, solidaritas dan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, pendidikan di madrasah tidak cukup hanya memberikan pengetahuan akademik. Para siswa juga perlu dibentuk menjadi generasi yang memiliki kepedulian sosial dan peka terhadap kesulitan yang dialami orang lain.

“Penting bagi kita untuk selalu peduli terhadap kondisi saudara-saudara kita yang sedang diuji bencana. Melalui kegiatan ini, kita ingin menanamkan jiwa gotong royong dan kepedulian sosial sejak dini kepada para siswa,” ujar Zulhaeri.

Ia menilai keterlibatan siswa dalam aksi tersebut menjadi pengalaman berharga. Dengan menyisihkan sebagian rezeki untuk orang lain, siswa diajarkan bahwa membantu sesama tidak harus menunggu memiliki kelebihan yang besar.

Zulhaeri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa, guru dan tenaga kependidikan yang telah dengan tulus ikut berpartisipasi.

Menurutnya, sekecil apa pun bantuan yang diberikan dengan keikhlasan tetap memiliki arti bagi masyarakat yang sedang tertimpa musibah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: