Pemkab Mukomuko Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Hambat Pembangunan

Pemkab Mukomuko Pastikan Efisiensi Anggaran Tak Hambat Pembangunan

Asisten II bersama Bapperinda dan OPD lainnya saat membahas percepatan pelaksanaan inovasi pembiayaan atau creative financing.-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) mulai mengambil langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan program prioritas di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu upaya yang kini didorong adalah percepatan pelaksanaan inovasi pembiayaan atau creative financing.

Langkah ini diinisiasi sebagai respons atas keterbatasan fiskal daerah yang berpotensi memperlambat realisasi berbagai program pembangunan. Dengan skema pembiayaan alternatif, pemerintah daerah berupaya memastikan program prioritas tetap berjalan tanpa harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Kegiatan percepatan tersebut melibatkan sejumlah unsur penting di lingkungan pemerintah daerah. Hadir dalam forum itu Asisten II Setdakab Mukomuko, kepala perangkat daerah teknis, serta Kepala Bagian Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Mukomuko.

Kepala Bapperinda Mukomuko, Singgih Pramono, MH menegaskan bahwa kondisi efisiensi anggaran tidak boleh menjadi alasan terhambatnya pembangunan daerah. Menurutnya, diperlukan terobosan dan pola pikir baru dalam mengelola pembiayaan program agar target pembangunan tetap tercapai.

“Creative financing ini menjadi solusi untuk menjawab keterbatasan anggaran. Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan APBD, tetapi harus mampu membuka peluang pembiayaan lain yang sah dan produktif,” katanya.

Ia menjelaskan, skema creative financing dapat mencakup berbagai pendekatan, mulai dari kerja sama pemerintah dengan badan usaha, optimalisasi potensi pendapatan daerah, hingga kolaborasi dengan pihak ketiga yang tidak membebani keuangan daerah secara langsung.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya peran aktif seluruh perangkat daerah dalam mendukung implementasi skema tersebut. Setiap organisasi perangkat daerah (OPD) diminta untuk mampu mengidentifikasi program prioritas yang memungkinkan dibiayai melalui pola inovatif tersebut.

“Perangkat daerah harus adaptif dan kreatif. Jangan terpaku pada pola lama. Jika ada peluang pembiayaan lain yang legal dan menguntungkan daerah, itu harus dimanfaatkan,” ujarnya.

Langkah percepatan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pembangunan serta memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu akibat keterbatasan anggaran.

Dengan adanya dorongan creative financing, Pemkab Mukomuko berharap pelaksanaan program strategis, baik di sektor infrastruktur, pelayanan publik, maupun pemberdayaan masyarakat, tetap berjalan optimal meski di tengah tekanan efisiensi fiskal.

"Pemerintah Kabupaten Mukomuko terus berkomitmen untuk terus mencari solusi inovatif agar roda pembangunan tidak melambat, sekaligus memastikan setiap kebijakan yang diambil tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: