Widodo juga menekankan pentingnya keteladanan. Menurutnya, budaya kerja dalam sebuah organisasi tidak hanya dibentuk melalui aturan tertulis, tetapi juga melalui perilaku pimpinan dan aparatur dalam menjalankan tugas sehari-hari.
BACA JUGA:Kemenag Mukomuko Tegaskan Sumbangan Komite Bukan Pungli Jika Sesuai Aturan
Disiplin, kejujuran, kepedulian dan tanggung jawab harus terlebih dahulu ditunjukkan melalui tindakan. Keteladanan seorang aparatur dinilai jauh lebih kuat dalam membangun budaya kerja dibandingkan sekadar memberikan instruksi.
Karena itu, ia mengajak seluruh ASN Kemenag Mukomuko menjadikan nilai-nilai kepemimpinan Rasulullah SAW sebagai kompas moral dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, profesionalitas dan spiritualitas tidak boleh dipisahkan. Kewenangan harus berjalan bersama pengabdian, kecerdasan harus disertai kebijaksanaan, sedangkan pelayanan harus dilandasi keikhlasan dan tanggung jawab.
“Pelayanan publik bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan, tetapi bagaimana kehadiran pemerintah benar-benar memberikan manfaat dan rasa keadilan bagi masyarakat,” pungkasnya.