BENGKULU, RADARUTARA.ID - Gajah Sumatera (Elephas maximus Sumatranus) yang hidup secara liar di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS) Provinsi Bengkulu, disebut memakan sampah.
Ini setelah ditemukannya material plastik dan kain bekas pakaian di dalam kotoran gajah liar, yang dinilai dapat membahayakan pencernaan dan nyawa bagi gajah-gajah liar tersebut.
Berdasarkan tiga penggalan video yang diterima wartawan koran ini, ada tiga titik temuan kotoran gajah yang terdapat sisa-sisa kain dan plastik.
Dalam video tersebut, fakta itu ditemukan petugas yang diprediksi tengah melakukan patroli untuk memantau kawasan gajah liar yang berkeliaran di kawasan BAS.
BACA JUGA:Staf Ahli Kemenhut RI Turun, Habitat Gajah di BAS Dalam Pusaran Usulan Skema PS
"Nah ini kita menemukan kotoran gajah ya, di kotoran gajah ini kita bisa melihat ada kain bekas pakaian. Ini sebenarnya sangat bahaya ya. Bahwa betul gajah itu suka memakan jenis pakaian, karena mengandung rasa asin atau garam ya," ujar petugas dalam penggalan video tersebut.
Sementara itu, Ketua Kanopi Hijau Indonesia, Ali Akbar mengemukakan, dibutuhkan taktik dan strategi yang jelas, terutama untuk mengamankan kawasan BAS yang menjadi habitat terakhir gajah di Bengkulu.
"Menteri Kehutanan (Menhut) sudah datang, gubernur sudah buat pernyataan menunjukan jika BAS merupakan kawasan penting sebagai habitat gajah. Harusnya dirumuskan strategi dan taktik guna mengamankan kawasan BAS," sindir Ali.
Dibagian lain, Direktur Genesis Bengkulu, Egi Ade Saputra mengatakan, penguasaan ruang yang telah berkembang menjadi aktivitas perkebunan, menjadi salah satu pemicu bagi gajah untuk mendapatkan sumber mineral.
"Jadi harus ada komitmen para pihak untuk menyelamatkan habitat gajah," singkat Egi.