MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Mukomuko menegaskan komitmennya untuk terus menekan angka pengangguran melalui langkah-langkah strategis yang lebih terarah dan berkelanjutan. Meski Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) saat ini berada di angka 3,33 persen dan tergolong relatif terkendali, upaya penguatan penyerapan tenaga kerja tetap menjadi fokus utama.
Melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), berbagai program disusun dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan dunia kerja. Pemerintah daerah tidak ingin kondisi yang ada stagnan, apalagi mengalami peningkatan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Kepala Disnakertrans Mukomuko, Nurdiana, SE, MAP, menegaskan bahwa angka pengangguran yang ada masih menunjukkan adanya tenaga kerja yang belum terserap secara optimal. Karena itu, pihaknya terus mendorong kebijakan yang mampu menjawab tantangan tersebut secara konkret.
“Walaupun angka ini masih dalam kategori aman, kami tidak ingin lengah. Penanganan pengangguran harus dilakukan secara serius agar tidak menjadi persoalan yang lebih besar ke depan,” ujarnya.
BACA JUGA:Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Mukomuko Perkuat Strategi Serap Tenaga KerjaMenurutnya, sejumlah faktor menjadi penyebab belum maksimalnya penyerapan tenaga kerja, mulai dari ketidaksesuaian kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan pasar, terbatasnya lapangan kerja formal, hingga pengaruh pertumbuhan ekonomi daerah.
Sebagai langkah nyata, Disnakertrans kini memprioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program pelatihan berbasis kompetensi. Pelatihan ini dirancang sesuai dengan kebutuhan sektor unggulan daerah seperti pertanian, perkebunan, jasa, serta penguatan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Selain itu, akses informasi pasar kerja juga terus diperkuat agar masyarakat lebih mudah memperoleh peluang kerja yang tersedia. Dengan sistem informasi yang semakin terbuka, diharapkan proses penempatan tenaga kerja dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.
Di sisi lain, sinergi dengan dunia usaha dan sektor swasta terus diperluas guna menciptakan peluang kerja baru di berbagai sektor produktif. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci penting dalam mempercepat penyerapan tenaga kerja di daerah.
Tak hanya berfokus pada penciptaan lapangan kerja, pemerintah daerah juga mendorong tumbuhnya wirausaha baru di tengah masyarakat. Melalui pembinaan dan pendampingan, masyarakat diharapkan mampu mandiri serta menciptakan peluang usaha yang berdampak luas.
BACA JUGA:Tekan Angka Pengangguran, Pemkab Mukomuko Perkuat Strategi Serap Tenaga Kerja
“Pengembangan kewirausahaan menjadi bagian penting dari solusi. Kami ingin masyarakat tidak hanya mencari kerja, tetapi juga mampu membuka lapangan pekerjaan,” tambahnya.
Ke depan, seluruh program yang telah dijalankan akan terus dievaluasi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan benar-benar memberikan dampak nyata terhadap penurunan angka pengangguran sekaligus meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal.
"Dengan langkah yang semakin terarah dan kolaboratif, kami optimistis mampu menjaga stabilitas ketenagakerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan," pungkasnya.