Pemkab Mukomuko Bidik Predikat Daerah Inovatif Lewat 15 Inovasi

Pemkab Mukomuko Bidik Predikat Daerah Inovatif Lewat 15 Inovasi

Pemkab Mukomuko Bidik Predikat Daerah Inovatif Lewat 15 Inovasi-Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Pemerintah Kabupaten Mukomuko kembali menguji kemampuan daerah dalam menciptakan terobosan melalui ajang Innovation Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Tahun 2026 ini, Pemkab Mukomuko mendaftarkan 15 inovasi daerah, baik berbasis digital maupun non-digital.

Keikutsertaan dalam IGA 2026 bukan sekadar mengejar penghargaan.

Ajang tersebut menjadi salah satu ukuran sejauh mana pemerintah daerah mampu mengubah pola kerja, memperbaiki pelayanan dan menciptakan terobosan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pendaftaran inovasi dilakukan melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Mukomuko yang membidangi urusan riset dan inovasi.

Dari 15 inovasi yang didaftarkan, 10 inovasi berasal dari perangkat daerah dan lima inovasi lainnya berasal dari pemerintah kecamatan.

Kepala Bapperida Kabupaten Mukomuko, Singgih Pramono, MH mengatakan keikutsertaan tersebut merupakan tindak lanjut dari pedoman penilaian inovasi daerah dan pemberian penghargaan IGA Tahun 2026 yang disampaikan Kemendagri melalui surat Nomor 400.10.11/1887/BKSDN.

Menurutnya, jumlah inovasi yang didaftarkan memang belum mencapai target awal.

Pemkab sebelumnya mendorong agar setiap perangkat daerah mampu menghasilkan dan mendaftarkan sedikitnya satu inovasi. Namun, target tersebut belum sepenuhnya terealisasi.

“Target kita awalnya setiap OPD mendaftarkan minimal satu inovasi, tetapi kita belum mampu mengejar target tersebut. Dengan modal 15 inovasi ini, kita tetap maju dan berpartisipasi,” kata Singgih.

Ia menegaskan, fokus Pemkab Mukomuko bukan semata-mata mengejar penghargaan, melainkan meningkatkan indeks inovasi daerah agar Mukomuko mampu naik menjadi daerah dengan predikat inovatif.

Target tersebut dinilai penting karena indeks inovasi tidak hanya menjadi gambaran kemampuan pemerintah daerah dalam melakukan pembaruan, tetapi juga berkaitan dengan daya saing dan peluang daerah memperoleh dukungan fiskal dari pemerintah pusat.

“Target minimal kita, indeks inovasi daerah Mukomuko bisa naik menjadi daerah inovatif,” tegasnya.

Singgih berharap momentum IGA 2026 dapat menjadi pemicu bagi perangkat daerah untuk tidak berhenti pada rutinitas pelayanan dan pekerjaan administratif.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: