Pemkab Mukomuko Genjot Inovasi, Targetkan Tembus IGA Nasional
Kepala Bapperinda Mukomuko bersama Sekretaris saat merumuskan terobosan inovasi hadapi IGA nasional-Radar Utara / Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko kini tengah mematangkan persiapan untuk mengikuti kompetisi Innovation Government Award (IGA) tingkat nasional.
Sejumlah inovasi unggulan daerah kini tengah diseleksi ketat sebelum diajukan ke tingkat pusat, dengan fokus pada sektor strategis seperti perkebunan kelapa sawit, tanaman pangan, serta program lintas sektor lainnya.
Kepala Bapperinda Mukomuko, Singgih Pramono, MH, melalui Sekretaris Win Jaro, menegaskan bahwa seluruh inovasi yang telah didaftarkan oleh perangkat daerah saat ini masih dalam tahap penggodokan dan penilaian.
Proses evaluasi tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan tim dari perguruan tinggi guna memastikan kualitas, dampak, serta keberlanjutan inovasi yang diusulkan.
“Seluruh inovasi yang masuk sedang kita nilai secara objektif bersama tim independen dari perguruan tinggi. Hasilnya akan segera diumumkan dalam waktu dekat untuk menentukan inovasi mana yang layak dibawa ke tingkat nasional,” tegasnya.
Ia menjelaskan, partisipasi dalam ajang IGA bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari strategi besar daerah untuk meningkatkan indeks inovasi dan daya saing.
Ia menilai, inovasi menjadi instrumen penting dalam mendorong percepatan pembangunan, terutama di tengah keterbatasan sumber daya dan anggaran.
Meski tidak didukung alokasi anggaran khusus, pihaknya tetap memastikan keikutsertaan dalam kompetisi tersebut.
Langkah ini diambil sebagai bentuk komitmen bahwa inovasi tidak boleh berhenti hanya karena kendala pembiayaan.
“Tidak ada alasan untuk tidak ikut. Walaupun anggaran tidak tersedia secara khusus, kita tetap berpartisipasi. Ini menyangkut penilaian indeks inovasi daerah yang berdampak langsung pada posisi tawar daerah di tingkat pusat,” ujarnya.
Menurutnya, daerah yang aktif berinovasi akan memiliki nilai lebih dalam berbagai penilaian pemerintah pusat, termasuk dalam aspek daya saing.
Kondisi ini membuka peluang lebih besar bagi daerah untuk mendapatkan tambahan dukungan, baik dalam bentuk program maupun alokasi anggaran.
“Inovasi itu bukan sekadar lomba. Ketika inovasi berjalan dan diakui, maka daya saing daerah meningkat. Dari situ muncul bargaining position yang kuat bagi daerah untuk memperjuangkan tambahan anggaran ke pemerintah pusat,” tambahnya.
Win Jaro juga menekankan pentingnya konsistensi perangkat daerah dalam menciptakan inovasi yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar berdampak pada masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: