Gebyar Merah Putih di Mukomuko Masih Abu-Abu, Jadwal 1–10 September Gagal
Terlihat lokasi yang akan dijadikan pusat kegiatan gebyar merah putih-Radar Utara/Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID— Rencana pelaksanaan Gebyar Merah Putih di Kabupaten Mukomuko kembali menuai tanda tanya. Kegiatan yang sebelumnya digadang-gadang menjadi momentum promosi produk UMKM sekaligus menghadirkan pasar murah di lapangan komplek perkantoran Pemkab Mukomuko itu hingga kini belum memiliki kepastian jadwal pelaksanaan.
Semula, Gebyar Merah Putih direncanakan berlangsung selama sepuluh hari, mulai 1 hingga 10 September 2026. Namun, rencana tersebut dipastikan tidak berjalan sesuai jadwal. Memasuki awal September, kegiatan yang diharapkan mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat itu justru masih belum jelas kapan akan dimulai.
Kondisi ini membuat pelaksanaan Gebyar Merah Putih terkesan menggantung. Pemerintah daerah masih harus menunggu hasil pembahasan dan finalisasi bersama pihak terkait sebelum menentukan jadwal baru.
Asisten II Setda Kabupaten Mukomuko, Ramdani, SE, M.Si, membenarkan bahwa jadwal sebelumnya belum dapat direalisasikan. Menurutnya, pihak Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu bersama event organizer (EO) dijadwalkan datang ke Mukomuko untuk membahas sekaligus memfinalkan pelaksanaan kegiatan tersebut.
BACA JUGA:Rumah Adat Mukomuko Disterilkan Jelang Gebyar Merah Putih
“Pihak Disperindag provinsi bersama EO baru akan datang ke Mukomuko untuk memfinalkan kegiatan,” ujar Ramdani.
Kedatangan pihak provinsi dan EO tersebut dijadwalkan pada 3 September 2026. Dari pertemuan itu nantinya diharapkan muncul kepastian mengenai konsep, waktu, serta teknis pelaksanaan Gebyar Merah Putih.
Dengan demikian, sampai saat ini masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang sebelumnya berharap dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai ajang promosi dan pemasaran produk, masih harus menunggu kepastian.
Padahal, Gebyar Merah Putih bukan sekadar kegiatan seremonial. Kehadiran promosi UMKM dan pasar murah semestinya dapat menjadi ruang nyata bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
BACA JUGA:Gebyar Merah Putih, 10 Koperasi dan UMKM Siap Promosikan Produk Unggulan
Karena itu, pemerintah daerah dituntut segera memberikan kepastian. Jangan sampai perubahan jadwal dan ketidakjelasan pelaksanaan justru membuat pelaku UMKM yang telah mempersiapkan diri menjadi dirugikan.
Setelah rencana awal 1–10 September tidak terlaksana, masyarakat kini menunggu hasil finalisasi pada 3 September. Apakah Gebyar Merah Putih tetap digelar, kapan waktunya, dan seperti apa konsep akhirnya, seluruhnya masih menjadi tanda tanya.
"Untuk sementara, Gebyar Merah Putih di Mukomuko belum pasti. Kepastian baru diharapkan muncul setelah Pemkab Mukomuko bersama Disperindag Provinsi Bengkulu dan EO duduk bersama melakukan finalisasi Kamis ini," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
