Jembatan Gantung Pasar Sebelah Rusak Parah, Tak Hati-hati Malaikat Izrail Menanti
Terlihat kondisi lantai jembatan gantung Pasar sebelah yang memprihatinkan-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Melintasi Jembatan Gantung Pasar Sebelah kini bukan lagi sekadar persoalan akses. Warga yang setiap hari menggunakan jembatan tersebut harus mempertaruhkan keselamatan, menyusuri lantai jembatan yang terbuat dari papan dan kondisinya semakin hancur.
Kerusakan pada lantai jembatan terlihat semakin parah. Sejumlah papan yang menjadi pijakan utama sudah dalam kondisi rusak sehingga pengguna harus ekstra hati-hati ketika melintas. Bagi pengendara kendaraan maupun pejalan kaki, sedikit saja kehilangan keseimbangan atau salah memilih pijakan, bukan tidak mungkin berujung pada kecelakaan.
Kondisi tersebut menjadi semakin mengkhawatirkan karena tepat di bawah jembatan terdapat aliran sungai. Warga setempat bahkan menyebut sungai tersebut banyak dihuni buaya. Artinya, ketika seseorang sampai terjatuh dari jembatan, persoalan yang dihadapi bukan hanya luka akibat benturan, tetapi juga ancaman lain yang jauh lebih serius.
“Kalau tidak hati-hati, bisa ketemu Malaikat Izrail,” ujar Lubis, salah seorang warga yang hampir setiap hari melintasi jembatan tersebut.
Lubis mengatakan, dirinya menggunakan jembatan itu karena aktivitas sehari-hari mencari ikan di laut. Jembatan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi nelayan dan masyarakat dalam menjalankan aktivitas mereka.
Menurutnya, kerusakan lantai jembatan bukan persoalan baru. Kondisinya justru semakin hari semakin memprihatinkan. Papan yang seharusnya menjadi pijakan kokoh bagi masyarakat kini banyak yang mengalami kerusakan, sehingga pengguna harus memperhatikan setiap langkah ketika melewati jembatan.
“Setiap hari kami lewat. Kondisinya memang sudah rusak dan semakin parah. Kami berharap segera ada perhatian dan perbaikan, karena jembatan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat,” tegasnya.
Jembatan tersebut tidak hanya digunakan oleh nelayan. Masyarakat yang memiliki kepentingan di sekitar kawasan tersebut juga memanfaatkannya sebagai jalur penghubung. Karena itu, kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut berpotensi mengganggu aktivitas warga sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Persoalannya kini bukan lagi sekadar papan jembatan yang lapuk atau rusak. Yang dipertaruhkan adalah keselamatan manusia. Setiap hari ada warga yang harus melintasi jembatan tersebut dengan kondisi yang belum memberikan rasa aman.
"Pemerintah dan pihak terkait diharapkan tidak menunggu sampai terjadi korban baru mengambil tindakan. Perbaikan seharusnya dilakukan sebelum kerusakan berkembang menjadi lebih parah dan sebelum ada warga yang benar-benar jatuh dari jembatan," ungkapnya.
Bagi masyarakat yang terpaksa menggunakan jembatan tersebut, kewaspadaan menjadi hal mutlak. Pengendara harus mengurangi kecepatan, sementara pejalan kaki harus memperhatikan kondisi setiap papan sebelum menginjaknya. Terlebih ketika membawa barang atau hasil tangkapan laut, risiko kehilangan keseimbangan tentu semakin besar.
Namun, kehati-hatian masyarakat bukan berarti persoalan selesai. Keselamatan pengguna fasilitas umum tetap menjadi tanggung jawab bersama, terutama pemerintah sebagai pihak yang memiliki kewenangan terhadap pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur.
"Kami selaku warga dan pengguna jembatan itu, berharap agar Jembatan Gantung Pasar Sebelah segera mendapat penanganan nyata. Jangan sampai jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas nelayan dan masyarakat tersebut baru mendapat perhatian setelah terjadi kecelakaan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
