BENGKULU, RADARUTARA.ID - Berbagai terobosan dan inovasi terus dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu, dalam rangka mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Salah satunya dengan melakukan optimalisasi terhadap potensi Pajak Air Permukaan (PAP), khususnya pada sektor perkebunan kelapa sawit yang ada di Provinsi Bengkulu.
Wakil Gubernur Bengkulu, Ir. H. Mi'an mengatakan, pecepatan optimalisasi pemunguntan PAP sektor perkebunan kelapa sawit, dinilai harus segera dilakukan.
"Ini semata-mata ini meningkatkan atau mendongkrak PAD pada sektor tersebut. Tentu langkah ini bagian dari terobosan dan inovasi kita agar pendapatan daerah dapat terus meningkat," tegas Mi'an.
Menurut Mi'an, rencana pelaksanaan pemungutan PAP dari sektor perkebunan kelapa sawit ini, tentunya juga sebagai upaya menggali potensi pendapatan daerah.
"Apalagi tidak bisa kita pungkiri, jika sektor perkebunan kelapa sawit memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah. Dalam mengoptimalisasi PAP ini, tentu kita tetap mengedepankan tiga pilar," kata Mi'an.
Diantaranya, lanjut Mi'an, pemerintah, masyarakat dan dunia usaha. Sinergi ini harus terus diperkuat, karena menjadi kunci dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah.
"Tentunya tanpa mengenyampingkan atau mengabaikan aspek keberlanjutan dan kepentingan bersama. Terutama bagi para pelaku dunia usaha di Bengkulu ini," ungkap Mi'an.
Mi'an menambahkan, kolaborasi yang kuat menjadi kunci sukses dalam mengoptimalkan sumber-sumber pendapatan daerah, khususnya potensi PAP.
"Kita berharap dengan upaya ini nantinya, pendapatan daerah terus meningkat. Apalagi ditengah keterbatasan fiskal daerah, yang merupakan salah satu dampak kebijakan efisiensi," tambah Mi'an.
Lebih lanjut Mi'an mengemukakan, dengan langkah ini, Pemprov Bengkulu berharap penerimaan dari sektor PAP nanti dapat meningkat secara drastis.
"Dukungan dari seluruh pemangku kepentingan, khususnya perusahaan perkebunan kelapa sawit, sangat dibutuhkan agar kebijakan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi pembangunan daerah," demikian Mi'an.