PT BMK: Rp2.840/Kg (Tetap)
BACA JUGA:Harga Sawit Naik, Petani di Mukomuko Kembali Sumringah
Dari data tersebut, terlihat jelas bahwa tidak ada satu pun perusahaan yang melakukan penyesuaian harga, baik kenaikan maupun penurunan. Kondisi ini menandakan pasar sawit masih dalam fase stagnan, yang tentu berdampak langsung pada pendapatan petani.
Ade mengakui, fluktuasi harga sawit sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar global, termasuk permintaan ekspor dan harga minyak sawit mentah (CPO). Namun, hingga saat ini, belum ada sinyal kuat yang dapat mendorong kenaikan harga di tingkat pabrik.
“Kita berharap ke depan ada perbaikan. Karena sawit ini masih menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat di Mukomuko,” pungkasnya.