Peminat Membludak, Ponpes AFNA Kewalahan Tampung Santri Baru
Pengasuh Ponpes AFNA, KH Miftahul Huda Alhakimi (Gus Huda)-Radar Utara / Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Tren orang tua memondokkan anak ke pesantren terus menunjukkan peningkatan signifikan setiap tahun. Kondisi ini terlihat jelas di Pondok Pesantren Al Fattah Nailul Anwar (AFNA) yang berada di Desa Sari Makmur, Kecamatan Air Dikit, Kabupaten MUKOMUKO.
Memasuki tahun ajaran 2026, jumlah pendaftar untuk jenjang pendidikan di bawah naungan ponpes tersebut, mulai dari SD, SMP hingga SMK Islam, melonjak tajam. Lonjakan ini bahkan melampaui kapasitas yang dimiliki pondok, baik dari sisi asrama maupun ruang belajar.
Akibat keterbatasan tersebut, pihak pondok terpaksa tidak dapat menerima seluruh calon santri yang mendaftar. Ini menjadi indikasi kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pendidikan berbasis pesantren terus tumbuh, khususnya di wilayah Mukomuko dan sekitarnya.
Pengasuh Ponpes AFNA, KH Miftahul Huda Alhakimi yang akrab disapa Gus Huda, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah pendaftar merupakan bentuk kepercayaan besar dari orang tua terhadap pendidikan pesantren.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan orang tua yang telah memilih memondokkan anak-anaknya di Ponpes AFNA. Ini menjadi tanggung jawab besar bagi kami,” tegas Gus Huda.
Menurutnya, pihak pondok tetap berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh santri, tidak hanya dalam aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, akhlak, dan bekal kehidupan dunia serta akhirat.
Di sisi lain, keterbatasan sarana menjadi tantangan nyata yang harus segera diatasi. Kebutuhan penambahan asrama dan ruang belajar menjadi prioritas agar daya tampung dapat ditingkatkan dan lebih banyak santri bisa diterima di masa mendatang.
"Meningkatnya minat masyarakat terhadap pesantren, sebagai pergeseran pola pikir orang tua dalam memilih pendidikan. Tidak hanya mengejar ilmu umum, namun juga memperkuat pondasi agama dan karakter anak sejak dini," jelasnya.
Dengan kondisi saat ini, Gus Huda menyampaikan, Ponpes AFNA tidak hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga menjadi rujukan utama bagi masyarakat yang menginginkan pendidikan terpadu antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keislaman.
"Jika tidak diimbangi dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, lonjakan jumlah peminat ini berpotensi terus menimbulkan penolakan calon santri setiap tahunnya. Namun kami akan terus berusaha agar peserta yang mendaftar di Ponpes AFNA bisa ditampung seluruhnya," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: