Satu Sekolah di Mukomuko Bakal Dapat Revitalisasi 2026

Rabu 13-05-2026,10:45 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Kepastian bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat untuk sektor pendidikan di Kabupaten Mukomuko hingga kini masih sangat terbatas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Mukomuko menyatakan, baru satu sekolah tingkat menengah pertama (SMP) yang dipastikan mendapatkan kucuran dana tersebut pada tahun ini.

Sekolah yang dimaksud adalah SMP Negeri 22 Mukomuko. Bantuan revitalisasi yang akan diberikan difokuskan pada pembangunan pagar sekolah, sebagai upaya meningkatkan keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Arni Gusnita, MM, mengungkapkan bahwa informasi yang diterima pihaknya masih bersifat terbatas. Hingga saat ini, besaran anggaran yang akan dikucurkan pemerintah pusat untuk pekerjaan tersebut belum diketahui secara rinci.

“Untuk sementara ini baru satu SMP yang mendapatkan, yakni SMP Negeri 22 Mukomuko. Kegiatannya pembangunan pagar sekolah. Namun untuk nilai anggarannya, kami belum mendapatkan informasi resmi,” jelas Arni.

Ia menambahkan, pihaknya sebelumnya telah mengusulkan sejumlah sekolah lain untuk mendapatkan program revitalisasi serupa. Usulan tersebut diajukan berdasarkan kebutuhan riil di lapangan, mulai dari kondisi bangunan yang memerlukan perbaikan hingga sarana pendukung yang belum memadai.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada kabar lanjutan dari pemerintah pusat terkait sekolah-sekolah lain yang diusulkan tersebut. Kondisi ini membuat harapan banyak satuan pendidikan untuk segera mendapatkan sentuhan pembangunan masih tertunda.

“Kita sudah mengusulkan sejumlah sekolah lain, tapi sejauh ini belum ada informasi tambahan. Kita masih menunggu,” ujarnya.

Minimnya jumlah sekolah yang mendapatkan program revitalisasi menjadi perhatian tersendiri, mengingat masih banyak sekolah di Mukomuko yang membutuhkan peningkatan fasilitas. Tidak hanya untuk menunjang proses belajar mengajar, tetapi juga untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan siswa serta tenaga pendidik.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat mempertimbangkan kembali usulan yang telah disampaikan, sehingga pemerataan pembangunan di sektor pendidikan dapat benar-benar dirasakan hingga ke daerah," pungkasnya.

Kategori :