Pantau Pegerakan Gajah Sumatera, BKSDA Bengkulu-Lampung Pasang GPS Collar

Pantau Pegerakan Gajah Sumatera, BKSDA Bengkulu-Lampung Pasang GPS Collar

Tim dari BKSDA Bengkulu-Lampung yang melakukan pemasangan GPS Collar pada gajah-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, berhasil memasang GPS Collar pada Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatramus) liar di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS) wilayah Kabupaten Mukomuko.

Demikian disampaikan Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugroho didampingi Kasi KSDA Wilayah I, Said Jauhari, Rabu 26 Agustus 2026.

"GPS Collar ini merupakan perangkat pemantau yang sengaja kita pasang, guna memperkuat upaya konservasi satwa liar yang dilindungi, khususnya gajah," ungkap Agung.

Menurut Agung, Tim BKSDA Bengkulu-Lampung berhasil melakukan pemasangan GPS Collar pada seekor gajah tersebut pada Sabtu, 22 Agustus 2026 lalu dengan mengikuti prosedur yang berlaku.

BACA JUGA:Gajah Liar di Bengkulu Makan Sampah

"Seperti penanganan medis, hingga pemasangan berjalan aman dan lancar. Proses penanganan dimulai dari hasil laporan Tim monitoring yang di lapangan," kata Agung.

Laporan itu, lanjut Agung, guna memastikan gajah dapat dilakukan pemasangan GPS Collar atau tidak. Setelah bisa dipastikan dipasang, barulah tim pemasangan bergerak.

"Pemasangan diawali dengan memeriksa kondisi kesehatan secara menyeluruh, hingga pengambilan sampel darah dan feses untuk kebutuhan analisis laboratorium," ujar Agung.

Agung menjelaskan, pemasangan GPS Collar menjadi poin utama kegiatan ini agar keberadaan, pergerakan dan populasi kelompok gajah di BAS dapat dipantau secara berkala dan akurat.

"Gajah yang terpasang GPS Collar merupakan gajah betina, dan diperkirakan memiliki bobot tubuh sekitar 2,8 hingga 3 ton. Selama proses penanganan berlangsung, terpantau pula hadirnya satu ekor gajah betina berukuran lebih kecil yang berada tidak jauh dari keberadaan Tim," jelas Agung.

BACA JUGA:Staf Ahli Kemenhut RI Turun, Habitat Gajah di BAS Dalam Pusaran Usulan Skema PS

Agung menambahkan, keberhasilan pemasangan GPS collar ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan data pemantauan yang lebih akurat dan real-time. 

"Dengan mengetahui pola pergerakan kawanan gajah, kita tidak hanya dapat merespons risiko konflik satwa dan manusia secara lebih cepat, tetapi juga memperkuat mitigasi serta pengelolaan habitatnya secara bijak," tambah Agung.

Ini juga merupakan bukti nyata komitmen BKSDA Bengkulu-Lampung bersama para mitra, untuk terus menjaga kelestarian Gajah Sumatera di benteng alaminya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: