Mobnas Mercedes Warisan Era Bupati Sapuan Bikin Pusing Daerah

Mobnas Mercedes Warisan Era Bupati Sapuan Bikin Pusing Daerah

Terlihat mobnas bupati senilai miliaran rupiah tidak dapat dipakai gara-gara oli-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID Mobil dinas (mobnas) Bupati Mukomuko jenis Mercedes Benz GLS 450 yang pengadaannya dilaksanakan pada masa pemerintahan Bupati Sapuan dan Wakil Bupati Wasri, saat ini belum bisa digunakan untuk menunjang aktivitas Bupati Mukomuko, Choirul Huda.

Mobil mewah yang nilai pengadaannya mencapai sekitar Rp2,6 miliar tersebut justru sekarang masih berada di Bengkulu karena mengalami persoalan teknis.

Kondisi ini membuat kendaraan yang dibeli pada periode pemerintahan sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintahan saat ini.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabag Umum Setdakab Mukomuko, Rahmat Hidayat, SPI, M.Si, membenarkan kondisi tersebut.

BACA JUGA:Libatkan Kejaksaan, BKD Mukomuko Inventaris Mobnas untuk Dilelang

Menurutnya, Mercedes Benz GLS 450 hingga kini belum dapat digunakan karena masih terdapat kendala dalam perawatan dan perbaikannya.

Salah satu persoalan yang dihadapi adalah ketersediaan suku cadang yang tidak mudah diperoleh.

Bahkan, untuk kebutuhan perawatan rutin seperti penggantian oli pun terdapat spesifikasi tertentu yang harus dipenuhi.

"Mobil itu sekarang masih di Bengkulu. Memang belum bisa digunakan," kata Rahmat.

Selain persoalan teknis dan perawatan, kendaraan tersebut juga dinilai kurang sesuai untuk menunjang mobilitas kepala daerah di wilayah Kabupaten Mukomuko.

BACA JUGA:Pemkab Mukomuko Setop Pembelian Mobnas Baru, Fokus Perbaikan Kendaraan Lama

Aktivitas bupati tidak hanya berada di lingkungan perkantoran, tetapi juga menuntut kunjungan ke berbagai wilayah dengan kondisi medan dan jalan yang beragam.

Untuk sementara, kebutuhan mobilitas Bupati Choirul Huda ditunjang menggunakan Toyota Fortuner. Kendaraan tersebut dinilai lebih sesuai untuk mendukung aktivitas bupati ketika turun langsung ke lapangan.

"Kalau untuk turun ke lapangan, memang lebih cocok menggunakan Fortuner," jelas Rahmat.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: