Ungkap Misteri Kematian 2 Gajah, Polda dan BKSDA Bengkulu Lakukan Investigas Khusus
Aparat kepolisian bersama Tim BKSDA Bengkulu-Lampung saat berada di lokasi bangkai 2 ekor Gajah-Radar Utara / Doni Aftarizal-
BENGKULU, RADARUTARA.ID - Polda bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung, melakukan investigasi khusus untuk mengungkapkan kematian dua ekor Gajah Sumatera yang ditemukan di Kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang.
Sementara untuk mengungkap penyebab kematian dua ekor Gajah tersebut, masih harus menunggu hasil uji laboratorium terhadap sample organ dalam yang diambil saat nekropsi dilakukan.
Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Bengkulu, Kompol. Mirza Gunawan mengatakan, investigasi khusus yang dilakukan, merupakan bentuk keseriusan pihaknya dan tim BKSDA mengungkapkan kematian dua ekor Gajah tersebut.
"Investigasi khusus yang kita lakukan, disertai dengan penyelidikan," tegas Mirza.
BACA JUGA:Pastikan Kematian Gajah dan Harimau, BKSDA Bengkulu-Lampung Tunggu Hasil Nekropsi
Menurut Mirza, langkah ini diambil mengingat pentingnya perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi, terutama Gajah Sumatera yang keberadaannya terancam punah akibat perubahan ekosistem dan habitat.
"Saat berada di lokasi temuan bangkai dua ekor Gajah tersebut, kita juga langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara)," ungkap Mirza.
Selama di TKP, lanjut Mirza, pihaknya juga telah melakukan serangkaian langkah investigasi, dan penyelidikan bersama jajaran Polres Mukomuko dan Polsek setempat.
“Waktu itu kita didampingi tim dokter dan pihak BKSDA, serta Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Kegiatan yang kita lakukan, merupakan bagian dari upaya terpadu untuk mengungkap penyebab kematian dua ekor Gajah tersebut," kata Mirza.
BACA JUGA:Dua Gajah Mati Misterius, Polres Mukomuko Turun Selidiki Dugaan Kejahatan Satwa
Disisi lain, Mirza menyampaikan, selama proses pemeriksaan, tim dokter hewan telah melakukan nekropsi. Sejumlah sampel juga diambil dari tubuh Gajah, yang nantinya dianalisis lebih lanjut di laboratorium.
“Hanya saja untuk sementara ini penyebab kematian belum bisa disimpulkan, karena masih harus menunggu hasil uji lab," jelas Mirza.
Lebih lanjut Mirza megemukakan, dari hasil pemeriksaan awal di lapangan, tim tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh kedua ekor Gajah yang mati tersebut.
"Tapi itu masih kesimpulan sementara. Karena saat proses pemeriksaan bangkai kedua ekor Gajah itu, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan, baik akibat benda tajam ataupun benda tumpul lainnya," singkat Mirza.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: