Pastikan Kematian Gajah dan Harimau, BKSDA Bengkulu-Lampung Tunggu Hasil Nekropsi

Pastikan Kematian Gajah dan Harimau, BKSDA Bengkulu-Lampung Tunggu Hasil Nekropsi

Tim Nekropsi yang diturunkan BKSDA Bengkulu-Lampung saat di lokasi bangkai satwa yang dilindungi-Radar Utara / Doni Aftarizal-

BENGKULU, RADARUTARA.ID - Guna memastikan penyebab kematian dua ekor Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) dan seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu-Lampung masih harus menunggu hasil nekropsi.

Demikian disampaikan Kepala BKSDA Bengkulu-Lampung, Agung Nugrhoro, Jum'at 1 Mei 2026.

"Saat ini tim yang kita gerakkan atau turunkan pasca ditemukannya bangka dua ekor Gajah Sumatera dan juga seekor Harimau Sumatera, sudah berada di lokasi," ungkap Agung.

Menurut Agung, selama di lokasi, tim nantinya langung melakukan indentifikasi dan juga nekropsi atau proses pemeriksan bangkai untuk menentukan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut.

BACA JUGA:Kematian Satwa Dilindungi, Polda Bengkulu Turun Tangan

"Hanya saja perlu dipahami, setelah nekropsi selesai dilakukan, tidak serta-merta penyebab kematian langsung bisa diketahui atau disimpulkan begitu saja," kata Agung.

Dalam artian, lanjut Agung, tidak menutup kemungkinan masih perlu dilakukan uji laboratorium, terutama terhadap sampel yang diambil pada bangkai satwa dilindungi tersebut.

"Maka dari itu dalam nekropsi, tim juga mengambil sampel, baik itu pada bangkai Gajah Sumatera maupun Harimau Sumatera. Apalagi ada indikasi zar beracung, maka untuk memastikan penyebab kematian harus menunggu hasil uji lab," tegas Agung.

Lebih Lanjut Agung mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu hasil nekropsi terlebih dahulu, dari tim yang sengaja diturunkan pasca mendapatkan informasi adanya dua ekor Gajah Sumatera dan seekor Harimau Sumatera yang mati.

BACA JUGA:Giliran Harimau Sumatera Ditemukan Mati di Wilayah SP 4 Desa Bukit Makmur, Mukomuko

"Jadi untuk sementara ini kita belum bisa menyimpulkan penyebab kematian satwa dilindungi tersebut," demikian Agung.

Sebagaimana diketahui, dua ekor Gajah Sumatera dan seekor Harimau Sumatera ditemukan mati, dengan kondisi yang sudah mulai membusuk di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Untuk bangkai kedua ekor Gajah Sumatera yang terdiri dari induk dan anaknya, ditemukan dalam wilayah konsesi PT. Bentara Agra Timber (BAT) yang berada di Kawasan Hutan Produksi (HP) Air Teramang.

Sementara itu, bangkai seekor Harimau Sumatera yang diketahui berjenis kelamin jantan, juga telah ditemukan di wilayah SP 4 Desa Bukti Makmur Kecamatan Penarik Kabupaten Mukomuko. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: