Mukomuko Percepat Peremajaan Sawit Rakyat, Produktivitas Petani Jadi Prioritas
Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pemerintah Kabupaten MUKOMUKO terus berkomitmen dalam mendorong peningkatan kesejahteraan petani melalui pelaksanaan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR).
Program strategis nasional ini dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya konkret memperbaiki produktivitas kebun sawit milik masyarakat yang selama ini mengalami penurunan hasil.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat sebagian besar tanaman sawit rakyat di daerah ini telah memasuki usia tua dan tidak lagi produktif.
Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani, sehingga perlu adanya intervensi serius dari pemerintah.
BACA JUGA:Pasokan Buah Seret, Pabrik Sawit di Mukomuko Pangkas Tenaga Kerja
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, MP menegaskan bahwa PSR menjadi solusi utama dalam memperbaiki struktur perkebunan sawit rakyat.
Melalui program ini, tanaman sawit yang sudah tidak layak akan diganti dengan bibit unggul yang memiliki produktivitas lebih tinggi.
Menurutnya, peremajaan tidak hanya sebatas mengganti tanaman lama, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola kebun petani, mulai dari penggunaan bibit bersertifikat hingga penerapan teknik budidaya yang lebih modern dan efisien.
“Program ini bertujuan langsung meningkatkan hasil produksi petani. Kebun yang sebelumnya tidak produktif akan diremajakan sehingga ke depan mampu memberikan hasil yang lebih maksimal,” tegasnya.
BACA JUGA:Berondol Sawit Hingga Aktivitas Sungai Rawan, Camat XIV Minta Warga Waspada
Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan PSR dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan kesiapan kelompok tani, baik dari sisi administrasi maupun legalitas lahan. Hal ini penting agar program berjalan tepat sasaran dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
Selain itu, pemerintah daerah terus melakukan pendampingan kepada petani agar proses peremajaan berjalan sesuai ketentuan. Pendampingan mencakup sosialisasi, verifikasi data, hingga pengawalan proses penanaman kembali.
"Dengan konsistensi pelaksanaan PSR, kami berharap sektor perkebunan sawit rakyat dapat kembali menjadi penopang utama ekonomi masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: