PKS Kembali Beroperasi, Harga TBS Stabil di Atas Rp3.000/Kg

PKS Kembali Beroperasi, Harga TBS Stabil di Atas Rp3.000/Kg

Harga TBS Sawit terpantau kembali alami kenaikan--

KETRINA.RADARUTARA.ID - Usai libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, sejumlah Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di wilayah setempat mulai kembali beroperasi dan menerima tandan buah segar (TBS) milik petani sejak Rabu, 25 Maret 2026. 

Aktivitas ini menandai kembali bergeraknya roda perekonomian di sektor perkebunan kelapa sawit yang sempat melambat selama masa libur lebaran.

Berdasarkan pantauan Radar Utara, harga TBS di lingkungan PKS pasca lebaran masih terpantau stabil dan belum mengalami penurunan yang signifikan. 

Beberapa perusahaan pengolahan sawit bahkan masih mempertahankan harga pada level yang cukup baik.

Seperti di PT Agricinal, harga TBS tercatat berada di angka Rp 3.330 per kilogram. Sementara itu, di PT Alno Sumindo, harga TBS berada di kisaran Rp 3.270 per kilogram. 

Sedangkan untuk PT BAS, hingga saat ini masih belum beroperasi dan dijadwalkan baru akan mulai menerima buah dari petani pada 27 Maret 2026, sehingga harga TBS di perusahaan tersebut belum dapat dipantau.

Salah seorang vendor TBS yang bekerja sama dengan sejumlah PKS, Roni, mengungkapkan bahwa sejak beberapa hari terakhir sejumlah pabrik seperti PT Agricinal, PT Mitra Puding Mas, hingga PT Alno Sumindo sudah kembali beroperasi normal.

“Untuk harga TBS sendiri sampai hari ini masih stabil, belum ada penurunan yang berarti,” ujar Roni, Rabu 25 Maret 2026.

Meski demikian, Roni mengakui bahwa pasokan buah dari petani saat ini masih belum maksimal. 

Hal ini dipengaruhi suasana libur lebaran yang membuat aktivitas panen belum berjalan optimal.

“Memang untuk pasokan masih belum terlalu banyak karena petani belum sepenuhnya kembali beraktivitas. 

Tapi kami optimis dalam beberapa hari ke depan pasokan akan kembali normal,” tambahnya.

Ia juga menyebutkan bahwa seiring dengan mulai aktifnya kembali PKS, perputaran TBS dari petani ke pabrik diyakini akan kembali lancar seperti sediakala.

Lebih lanjut, Roni menyampaikan bahwa pihaknya saat ini telah membuka kembali kerja sama bagi para petani maupun RAM (tempat penampungan buah) yang sudah mulai beroperasi, guna mendukung kelancaran distribusi TBS ke sejumlah PKS.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: