Tiga Koperasi Merah Putih di Mukomuko Sudah Jalankan Bisnis

Tiga Koperasi Merah Putih di Mukomuko Sudah Jalankan Bisnis

Kabid Koperasi dan UKM Mukomuko, Denni Haryadi SE- ANTARA/Ferri-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Aktivitas koperasi di Kabupaten MUKOMUKO belum merata. Dari ratusan koperasi yang direncanakan aktif, baru tiga koperasi yang benar-benar menjalankan usaha. Sisanya masih belum bergerak, bahkan sebagian besar masih menunggu penyelesaian pembangunan gedung.

Tiga koperasi yang telah beroperasi masing-masing berada di Desa Lubuk Gadang, Kelurahan Koto Jaya, dan Desa Pulau Payung. Koperasi Merah Putih di Desa Lubuk Gadang dan Desa Pulau Payung memilih fokus pada usaha jual beli pupuk. Sementara koperasi di Kelurahan Koto Jaya bergerak di sektor pengelolaan karcis pasar.

Meski sudah berjalan, skala usaha ketiga koperasi tersebut masih terbatas dan belum mencerminkan geliat ekonomi koperasi secara luas di daerah ini. Di sisi lain, koperasi lainnya masih belum menunjukkan aktivitas usaha yang jelas.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Mukomuko, Saftiadi SH melalui Kabid Koperasi dan UKM, Denni Haryadi SE menyampaikan, lambatnya pergerakan koperasi dipengaruhi oleh belum tuntasnya pembangunan sarana fisik.

BACA JUGA:8 Desa di Putri Hijau Bangun KDMP, Karang Pulau Terkendala Kendala Lahan

Dari total rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih, baru 17 unit yang telah selesai. Sementara 133 gedung lainnya masih dalam proses pengerjaan. Kondisi ini membuat sebagian besar koperasi belum memiliki tempat operasional yang layak.

“Koperasi yang sudah berjalan baru tiga. Yang lain masih menunggu kesiapan, terutama gedung,” ujar Denni.

Situasi ini menunjukkan bahwa program pengembangan koperasi di Mukomuko masih menghadapi kendala di tahap dasar, yakni infrastruktur dan kesiapan operasional.

Tanpa percepatan penyelesaian pembangunan gedung dan dorongan aktivitas usaha, koperasi berpotensi hanya menjadi formalitas tanpa kontribusi nyata bagi ekonomi masyarakat.

"Kita dituntut tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memastikan koperasi yang sudah terbentuk benar-benar aktif menjalankan usaha dan memberikan manfaat langsung bagi anggotanya. Jika tidak, target penguatan ekonomi berbasis koperasi akan sulit tercapai," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: