Didanai Mitra Global, Mukomuko Garap Riset Konservasi Jangka Panjang
Foto bersama Kepala Bapperinda Mukomuko bersama tim periset konservasi jangka panjang-Radar Utara / wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten MUKOMUKO mulai menjalankan riset jangka panjang konservasi nilai tinggi di bentang kawasan hutan.
Riset ini diproyeksikan berlangsung selama 10 tahun dan menjadi dasar penyusunan arah investasi hijau serta program strategis daerah.
Kepala Bapperida Mukomuko, Singgih Pramono, MH mengatakan kegiatan tersebut mulai dibahas dalam pertemuan bersama tim periset dari SIPEF dan Arcrenosia.
Menurutnya, riset konservasi nilai tinggi ini menjadi satu-satunya yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu dan dipusatkan di Kabupaten Mukomuko.
Seluruh pendanaan riset ditanggung oleh SIPEF dan Arcrenosia melalui skema pembiayaan kreatif (creative financing), tanpa membebani anggaran daerah.
“Riset ini akan berjalan dalam jangka panjang hingga 10 tahun ke depan. Hasilnya berupa dokumen peta jalan yang akan digunakan untuk mendorong investasi hijau dan diselaraskan dengan dokumen perencanaan pembangunan daerah,” kata Singgih.
Ia menjelaskan, dokumen yang dihasilkan nantinya tidak hanya berfungsi sebagai kajian akademik, tetapi juga menjadi acuan dalam merancang kebijakan strategis berbasis keberlanjutan.
Fokus utama riset adalah menjaga nilai konservasi tinggi di kawasan hutan sekaligus membuka peluang investasi yang tetap memperhatikan aspek lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, tim periset internasional yang diwakili oleh Mathew dan Ofra menyatakan komitmen untuk mendampingi pelaksanaan riset hingga tuntas.
Mereka juga memastikan bahwa pendekatan yang digunakan mengedepankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Singgih menegaskan, kolaborasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat posisi Mukomuko dalam pengembangan investasi hijau.
Ia menilai, pendekatan berbasis riset jangka panjang diperlukan agar kebijakan yang diambil tidak bersifat jangka pendek dan tetap berorientasi pada keberlanjutan.
“Riset ini diharapkan membawa dampak nyata bagi pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Konsep green investment yang disusun nantinya akan menjadi pijakan dalam menarik investasi yang ramah lingkungan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: