Usai Lebaran Harga Sawit Masih Bertahan di Atas Rp 3.000 per Kg

Usai Lebaran Harga Sawit Masih Bertahan di Atas Rp 3.000 per Kg

Harga Sawit di Mukomuko masih cukup tinggi pasca lebaran idul fitri 2026--

MUKOMUKO,RADARUTARA.ID– Pasca libur Idul Fitri, harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Mukomuko masih bertahan di atas Rp 3.000 per kilogram. 

Meski terdapat penurunan di sejumlah pabrik, harga tersebut dinilai masih cukup tinggi dan menguntungkan petani.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP mengatakan turunnya harga tidak terjadi secara signifikan.

Mayoritas pabrik tetap membeli TBS petani dengan harga di kisaran Rp 3.000 per kilogram.

“Setelah lebaran ada penyesuaian harga, tapi tidak signifikan. Rata-rata masih di atas Rp 3.000 per kilogram,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Pertanian, harga beli TBS di sejumlah pabrik bervariasi. PT SAPTA membeli Rp 3.080 per kg, PT USM Rp 3.030, PT KSM Rp 3.070, PT SAP Rp 3.180, PT SSS Rp 3.140, PT MMIL Rp 3.130, PT KAS Rp 3.070, PT DDP Rp 3.150, PT GSS Rp 3.130, dan PT BMK Rp 3.080 per kg.

Menurutnya, harga tersebut masih relatif stabil jika dibandingkan sebelum libur Idul Fitri. 

Perbedaan harga antar pabrik dipengaruhi sejumlah faktor seperti kualitas buah dan kebijakan masing-masing perusahaan.

"Kondisi ini masih memberikan dampak positif bagi perekonomian petani sawit di daerah. Di tengah meningkatnya kebutuhan pasca lebaran, harga yang bertahan tinggi membantu menjaga pendapatan petani," ungkapnya.

Pihaknya memastikan akan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga di tingkat pabrik. 

Informasi harga juga akan disampaikan kepada petani agar mereka dapat mengetahui kondisi pasar secara terkini.

"Petani selalu berharap harga TBS tetap stabil bahkan bisa meningkat. Mereka menilai harga saat ini sudah membantu, namun masih diperlukan kestabilan agar pendapatan tidak terganggu," pungkasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: