Syukuran, Pengusaha Ikan di Bengkulu Utara Undang Kyai Kondang Asal Demak, Terbuka untuk Umum

Syukuran, Pengusaha Ikan di Bengkulu Utara Undang Kyai Kondang Asal Demak, Terbuka untuk Umum

KH.Abdurrohim dikabarkan akan datang ke Kecamatan Padang Jaya--

ARGA MAKMUR, RADARUTARA.ID - Pendakwah dengan nama asli KH Abdurrohim dikabarkan akan mengisi tausiyah di kediaman Kusyayin, salah satu pengusaha sektor perikanan di Bumi Ratu Samban.

Kegiatan Akbar ini terbuka untuk umum, yang akan dilaksanakan di kediaman keluarga besar Kusyayin, yang dulu sempat gagal mendatangkan penceramah Dasad Latif di awal tahun lalu. Tepatnya acara akan dilaksanakan di Simpang Jenggot, Desa Kuro Tidur, Kecamatan Kota Arga Makmur, pukul 20.00 WIB, Sabtu 23 September 2023.

Ketua Panitia, Ismail Yugo, kepada media ini mengatakan, selain peringatan Maulid Nabi, acara ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus doa dari keluarga besar bapak Kusyayin, dalam menyambut kelahiran cucunya.

Sejumlah persiapan terus dikejar untuk menyukseskan acara. Selain lokasi, panitia telah menyiapkan 2500 kue dan nasi kotak untuk warga yang hadir dalam acara ini. 

"Jumlah ini belum termasuk bantuan dari pribadi dari Bupati Bengkulu Utara, Mian sebanyak 1000 kotak. Harapan kami acara ini sukses dan masyarakat bisa hadir di acara kami," ucapnya.

BACA JUGA:Dukung Program Pendidikan, Pemda Bengkulu Utara Salurkan Seragam dan Peralatan Belajar Gratis

BACA JUGA:Kata Ustadz Adi Hidayat, Amalkan Ini Saat Terbangun di Malam Hari, Rezeki Lancar, Karir Sukses dan Berkah

Selain lokasi, beberapa persiapan juga telah dilakukan guna lancarnya acara ini, seperti berkordinasi dengan petugas Kepolisian untuk melakukan pengamanan.

"Kami mengundang semua masyarakat di Bengkulu Utara, untuk menghadiri acara ini," imbuhnya 

Selayang pandang, KH Abdurrohim diberi gelar oleh masyarakat dengan sebutan Ki Joko Goro-goro. Sebutan ini melekat kepadanya lantaran dalam aktifitas dakwahnya menggunakan wayang. 

Dengan memainkan tokoh Goro-goro yaitu punakawan yang terdiri dari 4 serangkai Bagong, Petruk, Semar, dan Gareng. Sedangkan Joko itu karena beliau melakukannya sejak masih belum menikah jejaka = Joko (Bahasa Jawa).*

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: