Aliyuddin Sosok Pimpinan Aliran Sesat di Tanggerang Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

Aliyuddin Sosok Pimpinan Aliran Sesat di Tanggerang Beri Klarifikasi dan Minta Maaf

Aliyuddin Sosok Pimpinan Aliran Sesat di Tanggerang Beri Klarifikasi dan Minta Maaf--

RADARUTARA.ID - Aliyudin alias Abah Ali sebagai sosok pimpinan aliran sesat yang memuja makam kosong serta membaca istighfar terbalik memberikan klarifikasi terkait kegiatan yang ia pimpin.

Diketahui aliran sesat ini dilakukan di kediamannya di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka Kabupaten Tangerang, Banten. 

Abah Ali memberikan klarifkasi sekaligus meminta maaf melalui sebuah video setelah ritualnya bersama anggota lain yang juga terdapat seekor anjing berwarna hitam viral di media sosial.

"Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, kepada pimpinan maupun masyarakat, Kapolri dan Kapolsek dan TNI saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Jikalau ada kesalahan saya minta maaf," kata Aliyudin. 

BACA JUGA:Temuan Aliran Sesat di Tanggerang Melibatkan Anjing Hitam, Peziarah Ucapkan Istighfar Terbalik

Ia memberi alasan pembuatan makam kosong itu agar ia selalu mengingat kematian dan ia pun mengakui jika makam yang dibuat di dalam rumahnya itu bukanlah makam sungguhan.

"Masalah Makam untuk pribadi saya mengingat mati, bukan makam beneran, mohon maaf yah mohon maaf ini mohon maaf," sambungnya. 

Seperti yang diberitakan, jika ingin bergabung dalam aliran itu maka harus terlebih dahulu dijilat oleh anjing hitam yang ada dalam video. Bahkan jika dijilat anjing maka akan sepat kaya, namun Abah Ali membantah semua itu dan menegaskan kalau itu adalah kabar bohong.

"Yang kedua soal dijilat anjing agar banyak duit, bisa kaya itu bohong, bohong," tuturnya. 

Menanggapi alisan sesat tersebut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggerang memberikan pembinaan agar mereka ke ajaran yang benar. 

Sekretaris MUI Tanggerang, Nur Alam mengatakan berdasarkan investigasi tim di lapangan dan hasil pengkajian bahwa adanya kekeliruan kelompok aliran sesat ini dalam melaksanakan dan mengamalkan syariat Islam. 

Saat ini MUI tengah memberikan pemahaman yang benar kepada pimpinan dan pengikut alisan sesat tersebut. 

"Jadi pada dasarnya kalu setelah investigasi, setelah dikaji, memang kelompok di Tanggerang ini tidak ada hal yang masuk kriteria aliran sesat. Hanya memang salah kaprah di dalam melaksanakan ritual saja, tidak ada guru, tidak ada mursyid jadi salah dalam melaksanakan ritual saja," ucap Nur Alam. 

Aliyudin selaku pimpinan kelompok dan pengikutnya mengakui jika mereka salah dalam memahami ajaran Islam. Oleh karena itu ALiyudin berjanji akan menghentikan ajaran yang bertentangan dengan ajaran Islam itu. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: