Pasar Lebih Tenang Tanpa MBG, Harga Sayur dan Cabai Tetap Normal

Pasar Lebih Tenang Tanpa MBG, Harga Sayur dan Cabai Tetap Normal

Kepala Disperindag Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Stabilitas harga bahan pangan di Kabupaten Mukomuko kembali menjadi sorotan. Sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) memasuki masa libur, harga sayur-mayur dan cabai di pasaran terpantau masih berada pada kondisi normal atau standar. Fakta ini memperkuat dugaan bahwa keberadaan program MBG memiliki pengaruh signifikan terhadap dinamika harga kebutuhan pokok tersebut.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional menunjukkan tidak adanya lonjakan harga yang berarti, khususnya untuk komoditas sayur dan cabai yang selama ini dikenal cukup sensitif terhadap perubahan permintaan. Kondisi ini berbeda dengan periode saat program MBG aktif, di mana permintaan cenderung meningkat dan berdampak pada fluktuasi harga.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, mengakui bahwa program MBG memberikan dampak nyata terhadap pergerakan harga bahan pangan di daerah. Menurutnya, ketika program tersebut berjalan, kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar otomatis meningkat, sehingga turut mendorong kenaikan harga di tingkat pasar.

“Sekarang MBG libur, kita lihat harga sayur dan cabai masih standar. Ini menjadi indikasi bahwa program MBG memang cukup mempengaruhi permintaan dan berdampak pada harga di pasaran,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program MBG yang menyasar konsumsi masyarakat dalam skala besar menciptakan efek domino terhadap rantai distribusi pangan. Permintaan yang tinggi dari penyedia program memicu peningkatan aktivitas pembelian di tingkat pedagang hingga petani, yang pada akhirnya berpengaruh terhadap harga jual.

Meski demikian, Safriadi menegaskan bahwa kondisi harga yang stabil saat ini merupakan kabar baik bagi masyarakat. Stabilitas ini dinilai mampu menjaga daya beli warga, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perhatian bersama.

Namun di sisi lain, ia juga mengingatkan bahwa pemerintah daerah tetap perlu melakukan pengawasan dan pengendalian harga secara berkelanjutan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan harga ketika program MBG kembali berjalan atau ketika terjadi gangguan distribusi.

“Kita tidak bisa lengah. Harus tetap ada langkah antisipasi agar ketika permintaan meningkat, harga tetap bisa dikendalikan dan tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Ke depan, Disperindagkop dan UKM Mukomuko akan terus melakukan pemantauan rutin terhadap harga kebutuhan pokok di pasar. Selain itu, koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk distributor dan petani, juga akan diperkuat guna memastikan ketersediaan pasokan tetap terjaga.

"Stabilitas harga pangan ini menyangkut ketahanan ekonomi masyarakat secara luas. Dengan pengelolaan yang tepat, program seperti MBG diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga mampu berjalan selaras dengan kestabilan ekonomi daerah," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: