17 Pasar Tradisional di Mukomuko Ditarget Sumbang PAD Rp250 Juta

17 Pasar Tradisional di Mukomuko Ditarget Sumbang PAD Rp250 Juta

Kepala Disperindagkop Mukomuko, Safriadi, SH-Radar Utara/ Wahyudi -

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Pemerintah Kabupaten Mukomuko semakin serius menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor riil yang bersentuhan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Salah satu langkah yang kini dipacu adalah optimalisasi retribusi dari pasar tradisional.

Tahun 2026 ini, sebanyak 17 pasar tradisional yang tersebar di berbagai wilayah Mukomuko ditargetkan mampu menyumbangkan retribusi sebesar Rp250 juta untuk PAD. Target tersebut bukan tanpa alasan, mengingat pasar-pasar yang akan dipungut retribusi merupakan fasilitas yang telah dibangun pemerintah, baik dalam bentuk los maupun kios permanen.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menata pengelolaan aset sekaligus meningkatkan kontribusi sektor perdagangan terhadap kas daerah.

“Pasar yang kita tarik retribusinya adalah pasar yang memang sudah memiliki bangunan dari pemerintah. Artinya, ada fasilitas yang digunakan pedagang, baik itu kios maupun los. Ini yang kita optimalkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, penarikan retribusi tersebut bukan semata-mata untuk mengejar target PAD, melainkan juga sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga dan merawat fasilitas publik yang telah dibangun dengan anggaran negara.

Menurutnya, keberadaan pasar tradisional sejatinya memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaan yang baik, tertib, dan berkelanjutan menjadi kunci agar pasar tetap hidup dan memberikan manfaat jangka panjang.

“Retribusi ini akan kembali lagi untuk masyarakat. Digunakan untuk pemeliharaan pasar, peningkatan fasilitas, serta penataan lingkungan pasar agar lebih nyaman dan layak,” ujarnya.

Safriadi juga mengakui, dalam implementasinya nanti, pihaknya akan mengedepankan pendekatan persuasif kepada para pedagang. Hal ini penting agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan, sekaligus memastikan bahwa kebijakan berjalan dengan baik dan diterima semua pihak.

Di sisi lain, pihaknya juga akan memperkuat sistem pengawasan agar potensi kebocoran retribusi dapat diminimalisir.

"Transparansi dan akuntabilitas menjadi fokus utama kami dalam pengelolaan pendapatan dari sektor ini," katanya.

Langkah ini pun diharapkannya, mampu menjadi titik balik dalam meningkatkan kesadaran kolektif, baik dari pemerintah maupun masyarakat, bahwa pasar tradisional bukan sekadar tempat transaksi, tetapi juga aset daerah yang harus dijaga bersama.

"Dengan target Rp250 juta dari 17 pasar tersebut, kami optimistis sektor perdagangan rakyat dapat menjadi salah satu tulang punggung PAD," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: