Sawit Rakyat Jadi Nafas Ekonomi di Mukomuko
Tanaman sawit rakyat masih menjadi penopang ekonomi masyarakat-Radar Utara/ Wahyudi -
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Di tengah dinamika ekonomi daerah, satu fakta tak terbantahkan terus menguat. Masyarakat Kabupaten Mukomuko masih menjadikan kelapa sawit sebagai tulang punggung kehidupan.
Data terbaru tahun 2026 dari Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko mengungkap, luas perkebunan sawit milik perusahaan tercatat sekitar 53 ribu hektare. Namun, kekuatan sesungguhnya justru berada di tangan masyarakat, dengan luasan mencapai sekitar 108 ribu hektare.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko, Hari Musyaman, SP, MP, menegaskan bahwa dominasi lahan oleh masyarakat menjadi indikator kuat betapa strategisnya peran sektor ini.
“Perkebunan sawit rakyat masih menjadi sumber penghidupan utama. Jika melihat luasannya, jelas masyarakat memegang kendali besar dalam sektor ini,” ujarnya.
BACA JUGA:Harga Sawit Naik, Petani di Mukomuko Kembali Sumringah
Ia menerangkan, keberadaan sawit juga menciptakan efek berantai bagi perekonomian daerah. Aktivitas perdagangan meningkat, jasa angkutan tumbuh, hingga peluang kerja terbuka luas di berbagai lini. Sawit bukan hanya komoditas, melainkan penggerak ekonomi masyarakat.
Namun demikian, pemerintah daerah tidak menutup mata terhadap pentingnya keseimbangan ekonomi. Upaya penguatan sektor pertanian tanaman pangan terus didorong sebagai langkah strategis untuk menjaga ketahanan ekonomi masyarakat.
“Diversifikasi tetap penting. Kita ingin masyarakat tidak hanya bergantung pada satu komoditas, tetapi memiliki sumber penghasilan lain yang juga kuat,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: