Pembangunan Gudang Bulog di Tanah Rekah Gagal

Pembangunan Gudang Bulog di Tanah Rekah Gagal

Kepala Dinas Ketahan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma-Radar Utara/ Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Rencana pembangunan gedung gudang Bulog di Desa Tanah Rekah, Kecamatan Kota Mukomuko dipastikan gagal. Keputusan ini diambil setelah adanya rekomendasi dan arahan langsung dari pihak Bulog yang menegaskan lokasi gudang harus berada di kawasan lahan pertanian aktif.

Kriteria tersebut membuat lokasi sebelumnya dinilai tidak memenuhi syarat. Gudang Bulog diproyeksikan menjadi simpul distribusi dan penyerapan hasil pertanian, sehingga harus berada dekat dengan sentra produksi pangan.

Sejumlah wilayah kini mulai dilirik sebagai alternatif. Di antaranya Kecamatan Lubuk Pinang, XIV Koto, serta beberapa kawasan lain yang memiliki hamparan lahan pertanian cukup luas dan produktif.

Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mukomuko saat ini tengah melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kesiapan lokasi baru. Salah satu titik yang sedang dikaji berada di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Mukomuko, Elxsandi Ultria Dharma, mengatakan pihaknya masih dalam tahap pencarian dan verifikasi lahan yang sesuai dengan kriteria dari Bulog.

BACA JUGA:Lokasi Gudang Bulog Tetap di Tanah Rekah, Titiknya Bergeser

“Benar, sekarang kami sedang melihat lokasi di Desa Arah Tiga, Kecamatan Lubuk Pinang. Untuk kebutuhan lahan sekitar tiga hektare,” ujarnya.

Ia menegaskan, luas lahan menjadi salah satu syarat utama untuk pembangunan gudang Bulog agar mampu menampung hasil pertanian dalam jumlah besar. Jika lokasi yang sesuai telah ditetapkan, pemerintah daerah akan segera mengajukan anggaran pembebasan lahan di APBD Perubahan tahun 2026.

"Kalau lahan sudah ada, baru kita usulkan anggaran pembebasan lahan sebelum pembangunan fisik dapat direalisasikan," katanya.

Ia menerangkan, perubahan lokasi ini dipastikan akan berdampak pada mundurnya jadwal pembangunan. Namun, pihaknya menilai penyesuaian tersebut penting agar keberadaan gudang Bulog benar-benar efektif dan tepat sasaran dalam mendukung ketahanan pangan daerah.

"Dengan penempatan di kawasan pertanian, gudang Bulog diharapkan mampu mempercepat penyerapan gabah petani, menekan biaya distribusi, serta menjaga stabilitas harga di tingkat petani maupun pasar," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: