Dihantam Isu Beruntun, Disdikbud Mukomuko Tetap Fokus Layani Publik

Dihantam Isu Beruntun, Disdikbud Mukomuko Tetap Fokus Layani Publik

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Arni Gusnita, MM-Radar Utara / Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan maksimal di tengah maraknya isu yang menyerang pimpinan instansi tersebut.

Sejumlah tudingan yang beredar luas, terutama melalui media sosial, disebut tidak berdasar dan telah diklarifikasi langsung.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Arni Gusnita, MM menegaskan bahwa berbagai isu yang berkembang tidak sesuai fakta di lapangan.

Ia menyebut, informasi yang beredar cenderung mengarah pada upaya menjatuhkan kredibilitas dirinya sebagai pimpinan.

Beberapa isu yang mencuat di antaranya terkait dugaan pungutan terhadap calon kepala sekolah.

Tuduhan tersebut ditegaskan tidak benar. Selain itu, isu mengenai adanya potongan dana sekolah juga dipastikan tidak berdasar.

“Setiap isu yang muncul langsung kami tindak lanjuti dengan klarifikasi kepada pihak terkait. Hasilnya, tidak ditemukan kebenaran dari tudingan yang disampaikan,” ujar Arni.

Ia mengakui, penyebaran isu yang tidak benar tersebut sempat menimbulkan ketidaknyamanan di internal.

Namun demikian, kondisi tersebut tidak mempengaruhi kinerja jajaran dinas dalam memberikan pelayanan pendidikan kepada masyarakat.

Menurutnya, seluruh program dan aktivitas di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tetap berjalan sebagaimana mestinya. Fokus utama tetap pada peningkatan kualitas layanan pendidikan di daerah.

Arni menegaskan, pihaknya memilih tetap tenang dan tidak terpancing oleh berbagai isu yang berkembang.

Sikap tersebut diambil karena seluruh tuduhan yang diarahkan tidak memiliki dasar yang jelas.

“Kami tetap bekerja seperti biasa. Apa yang dituduhkan tidak benar, jadi tidak ada yang perlu dikhawatirkan dalam menjalankan tugas,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial tanpa sumber yang dapat dipertanggungjawabkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: