Dinkes Mukomuko Gencarkan Skrining Penyakit Tidak Menular
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi-Radar Utara/ Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko mulai mengintensifkan kegiatan deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dengan menyasar aparatur sipil negara (ASN) serta masyarakat umum. Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus penyakit yang kerap tidak terdeteksi sejak awal, seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung.
Kegiatan pemeriksaan dilaksanakan langsung oleh petugas kesehatan di masing-masing puskesmas yang tersebar di wilayah Kabupaten Mukomuko. Pemeriksaan meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan kesehatan dasar lainnya yang berpotensi mengidentifikasi risiko PTM sejak dini.
Kepala Dinas Kesehatan Mukomuko, Jajat Sudrajat, SKM, MSi menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama dari ancaman penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa gejala awal yang jelas.
Menurutnya, ASN menjadi salah satu sasaran utama karena memiliki tingkat aktivitas kerja yang tinggi namun sering mengabaikan pemeriksaan kesehatan rutin. Sementara itu, masyarakat umum juga didorong untuk memanfaatkan layanan pemeriksaan yang telah disiapkan di puskesmas.
BACA JUGA:Dinkes Ingatkan Waspada Campak, Anak Wajib Imunisasi
“Penyakit tidak menular ini kerap datang tanpa disadari. Karena itu, deteksi dini menjadi kunci utama agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat dan tepat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh jajaran puskesmas untuk aktif melakukan sosialisasi sekaligus pelayanan pemeriksaan kepada masyarakat. Dengan demikian, cakupan pemeriksaan dapat terus meningkat dan risiko komplikasi akibat PTM dapat ditekan.
Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya datang untuk berobat saat sakit, tetapi mulai membiasakan diri melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Upaya preventif ini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan pengobatan saat penyakit sudah memasuki tahap lanjut.
"Program ini akan terus digalakkan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada, guna memastikan deteksi dini penyakit tidak menular dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: