Program Replanting Sawit 2026 Diusulkan 750 Hektare

Program Replanting Sawit 2026 Diusulkan 750 Hektare

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP--

MUKOMUKO,RADARUTARA.ID- Dinas Pertanian Kabupaten Mukomuko telah mengusulkan program peremajaan (replanting) kelapa sawit seluas 750 hektare untuk tahun 2026. 

Usulan tersebut diajukan untuk mendorong peningkatan produktivitas kebun sawit rakyat yang saat ini banyak memasuki usia tidak produktif.

Kepala Dinas Pertanian Mukomuko, Hari Mustaman, SP, MP menjelaskan, hingga Maret 2026 sudah ada sejumlah kelompok tani maupun koperasi yang mengajukan permohonan mengikuti program tersebut. 

Pengajuan berasal dari beberapa wilayah sentra sawit seperti Kecamatan Air Manjunto, Malin Deman, Teras Terunjam, serta kecamatan lainnya.

"Tingginya antusias kelompok tani menunjukkan kebutuhan mendesak terhadap peremajaan tanaman. 

Sebab sebagian besar kebun sawit milik masyarakat saat ini mengalami penurunan produksi akibat usia tanaman yang sudah tua dan tidak lagi optimal," katanya.

Pihaknya juga menyatakan, sekarang ini Dinas Pertanian masih melakukan proses verifikasi terhadap seluruh usulan yang masuk. 

Verifikasi mencakup kelengkapan administrasi kelompok, legalitas lahan, hingga kondisi tanaman yang akan diremajakan. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan program berjalan tepat sasaran.

Jika usulan program replanting sawit tahun 2026 disetujui, setiap hektare lahan yang diremajakan akan mendapatkan bantuan dana sebesar Rp60 juta. 

Dana tersebut dialokasikan untuk seluruh tahapan kegiatan, mulai dari pembukaan lahan, pembelian bibit sawit unggul, penanaman, hingga pengadaan pupuk dan biaya perawatan tanaman selama empat tahun.

"Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban petani dalam proses peremajaan, yang selama ini membutuhkan biaya besar dan waktu cukup panjang sebelum tanaman kembali menghasilkan," jelasnya.

Masih diungkapkan Hari, program replanting menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan produksi sawit rakyat. 

Dengan penggunaan bibit unggul dan perawatan terencana, produktivitas kebun diproyeksikan meningkat signifikan setelah masa tanam ulang. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: