RADARUTARA.ID - Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) Kabupaten Bengkulu Utara terus memberikan ruang dan opsi kepada pemerintah desa.
Untuk melakukan pemutakhiran data Surat Pemberitahuan Pajak Terutang Pajak Bumi dan Bangunan (SPPT PBB) yang selama ini bermasalah dan menjadi salah satu kendala dalam pencapaian target PBB desa.
Langkah tersebut salah satunya dilakukan melalui kunjungan langsung Bappenda Bengkulu Utara ke Desa Air Putih, Kecamatan Marga Sakti Sebelat, Kamis 24 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Bappenda memberikan pendampingan sekaligus sejumlah opsi kepada pemerintah desa untuk memperbaiki data objek PBB yang selama ini menjadi persoalan.
BACA JUGA:Kejar SPPT PBB Bermasalah, Desa Air Putih Sasaran Validasi Bappenda di MSS
Pemutakhiran tidak hanya menyangkut kesalahan atau ketidaksesuaian data objek pajak, tetapi juga menyasar persoalan SPPT PBB yang masih tercatat atas nama pemilik tanah atau lahan yang telah meninggal dunia.
Sementara objek tersebut saat ini telah dikuasai oleh ahli waris maupun pemilik baru.
Untuk menangani persoalan tersebut, Bappenda Bengkulu Utara juga telah memberikan sejumlah formulir perbaikan khusus kepada pemerintah desa.
Formulir itu dapat digunakan desa untuk menginventarisasi sekaligus mengusulkan perbaikan terhadap data SPPT PBB sesuai dengan jenis persoalan yang ditemukan di lapangan.
Dengan mekanisme tersebut, data objek PBB yang masih menggunakan nama pemilik lama dapat diperbaiki dengan mencantumkan data pemilik tanah atau lahan yang baru.
BACA JUGA:Bidik Peningkatan Dana Bagi Hasil Pajak, Camat Putri Hijau Dorong PBB Tembus 70 Persen
Sehingga data perpajakan secara bertahap dapat disesuaikan dengan kondisi kepemilikan sebenarnya.
Camat Marga Sakti Sebelat, Eri Zull, S.Pt, mengapresiasi langkah Bappenda Bengkulu Utara yang secara khusus turun langsung ke Desa Air Putih untuk memberikan pendampingan dalam proses pemutakhiran data SPPT PBB.
Menurutnya, kehadiran Bappenda tersebut merupakan tindak lanjut dari inisiatif pemerintah kecamatan yang sebelumnya melihat capaian PBB Desa Air Putih masih berada di angka sekitar 15 persen.
Rendahnya capaian tersebut, kata Eri, salah satunya dipengaruhi oleh banyaknya data SPPT PBB yang bermasalah.