Mukomuko Bidik 25.413 Ton Hasil Tangkapan Laut di 2026

Rabu 02-09-2026,06:45 WIB
Reporter : Wahyudi
Editor : Ependi Harian

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Dinas Perikanan terus mendorong peningkatan produksi perikanan tangkap. Pada tahun 2026 ini, produksi hasil tangkapan ikan laut ditargetkan mencapai 25.413 ton.

Target tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Produksi perikanan tangkap menjadi salah satu penopang penting perekonomian masyarakat pesisir Mukomuko. Karena itu, pencapaian target harus dibarengi dengan peningkatan aktivitas nelayan, dukungan sarana prasarana, pembinaan, serta pengelolaan sumber daya laut secara berkelanjutan.

Kabid Perikanan Dinas Perikanan Kabupaten Mukomuko, Warsiman, mengatakan sektor perikanan tangkap masih memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. Dengan garis pantai yang panjang dan aktivitas nelayan yang tersebar di sejumlah wilayah pesisir, peluang peningkatan produksi masih terbuka lebar.

"Target 25.413 ton pada 2026 menjadi tantangan sekaligus dorongan bagi pemerintah daerah dan para nelayan untuk mengoptimalkan potensi perairan Mukomuko," katanya.

BACA JUGA:Kampung Nelayan Merah Putih Ipuh dan PIM Final, Bantal Tunggu Hibah

Peningkatan produksi, kata dia, tidak hanya bergantung pada keberanian nelayan melaut. Faktor cuaca, kondisi perairan, ketersediaan sarana tangkap, kemampuan nelayan, hingga pemasaran hasil tangkapan juga menjadi bagian penting yang menentukan produktivitas.

Karena itu, pemerintah daerah melalui Dinas Perikanan terus berupaya memberikan pembinaan kepada nelayan serta mendorong dukungan terhadap sarana perikanan tangkap. Langkah tersebut diperlukan agar aktivitas penangkapan ikan semakin efektif dan mampu memberikan hasil yang maksimal.

“Target kita tahun 2026 ini produksi ikan laut mencapai 25.413 ton. Ini menjadi target yang harus kita dorong bersama dengan mengoptimalkan potensi perikanan tangkap yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, peningkatan produksi juga harus tetap memperhatikan keberlanjutan sumber daya laut. Nelayan diharapkan menggunakan alat tangkap yang sesuai ketentuan sehingga potensi ikan di perairan Mukomuko tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.

Selain meningkatkan jumlah produksi, perhatian terhadap hasil tangkapan juga harus diarahkan pada kualitas. Hasil tangkapan yang berkualitas akan memberikan nilai ekonomi lebih tinggi dan pada akhirnya berdampak langsung terhadap pendapatan nelayan.

BACA JUGA:Kampung Nelayan Merah Putih Ipuh dan PIM Final, Bantal Tunggu Hibah

Dinas Perikanan juga memiliki pekerjaan besar untuk memastikan hasil tangkapan nelayan tidak berhenti pada aktivitas pendaratan ikan semata. Rantai pemasaran dan distribusi menjadi bagian penting agar produksi yang besar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Dengan target 25.413 ton tersebut, sektor perikanan tangkap diharapkan semakin kuat menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah. Pemerintah, nelayan, pelaku usaha perikanan dan masyarakat pesisir dituntut bergerak bersama agar potensi laut Mukomuko tidak hanya menjadi kekayaan alam, tetapi benar-benar memberikan kesejahteraan bagi masyarakat.

"Target produksi yang tinggi harus dijawab dengan kerja nyata. Laut Mukomuko memiliki potensi, dan kini tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dikelola secara produktif, terukur dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan para nelayan," pungkasnya. 

Kategori :