MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Transformasi pendidikan di Kabupaten Mukomuko terus bergerak maju dengan ritme yang semakin pasti. Upaya menghadirkan sistem pembelajaran berbasis teknologi kini mulai menampakkan hasil nyata. Sebanyak 199 sekolah, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP), baik negeri maupun swasta, telah merasakan manfaat Program PID Digital yang bersumber dari bantuan pemerintah pusat.
Program yang direalisasikan pada tahun 2025 tersebut menjadi tonggak penting dalam mendorong digitalisasi pendidikan di daerah. Ratusan sekolah kini tidak lagi berjalan sendiri dalam keterbatasan, melainkan mulai terkoneksi dengan sistem pembelajaran modern yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mukomuko, Arni Gusnita, MM, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mempercepat peningkatan mutu pendidikan, terutama di daerah.
“Alhamdulillah, tahun 2025 lalu sebanyak 199 sekolah di Mukomuko sudah mendapatkan bantuan PID digital dari pemerintah pusat. Ini mencakup SD dan SMP, baik negeri maupun swasta,” ujar Arni.
Menurutnya, kehadiran PID Digital tidak hanya sebatas bantuan perangkat, melainkan juga membuka akses lebih luas bagi sekolah dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, interaktif, dan relevan dengan kebutuhan era digital saat ini.
Lebih jauh disampaikan, keberhasilan Mukomuko dalam merealisasikan program tersebut menjadi pijakan kuat untuk melangkah lebih jauh. Pada tahun 2026 ini, Disdikbud kembali mengusulkan sebanyak 199 sekolah untuk mendapatkan bantuan serupa.
“Di tahun ini, kita kembali mengajukan 199 sekolah lagi untuk program PID digital. Harapannya, pemerataan digitalisasi pendidikan di Mukomuko bisa segera terwujud,” tambahnya.
Program PID Digital sendiri, sambung Arni, diyakini mampu menjadi jembatan bagi dunia pendidikan daerah untuk mengejar ketertinggalan, sekaligus menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga melek teknologi.
"Di tengah arus perkembangan global yang kian cepat, investasi pada pendidikan berbasis digital bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan," pungkasnya.