Usia 78 Tahun, Paimin Tetap Genggam Bambu Runcing Kobarkan Kemerdekaan

Usia 78 Tahun, Paimin Tetap Genggam Bambu Runcing Kobarkan Kemerdekaan

Meski usia sudah 78 tahun, Paimin tetap semangat kobarkan merah putih di hati kemerdekaan Indonesia-Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Usia boleh tak lagi muda, tetapi semangat Paimin, 78 tahun, warga Desa Lubuk Sanai III, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, untuk menyuarakan kemerdekaan Republik Indonesia tak pernah surut.

Di tengah barisan warga yang mengikuti pawai kemerdekaan, Minggu 16 Agustus 2026. Paimin tampil mencolok. Bambu runcing digenggam erat.

Sementara kepalanya diikat dengan kain merah putih. Dengan langkah yang terus dipacu, ia berjalan bersama warga lainnya menempuh jarak lebih dari dua kilometer.

Tidak ada wajah lelah yang ditunjukkan Paimin. Di usia yang sudah hampir delapan dekade, ia justru ingin memberikan pesan kepada generasi muda bahwa kemerdekaan Indonesia bukan sesuatu yang diperoleh dengan mudah.

BACA JUGA:Pemdes Lubuk Sanai III Kobarkan Semangat Kemerdekaan, Ribuan Warga Ikut Karnaval

Bagi Paimin, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati. Kemerdekaan yang dinikmati masyarakat saat ini lahir dari perjuangan panjang para pendahulu yang harus mempertaruhkan harta, tenaga bahkan nyawa.

“NKRI harga mati. Untuk melepaskan negeri ini dari tangan penjajah bukan hal yang mudah. Dulu orang berjuang dengan harta dan nyawa,” ujar Paimin.

Karena itu, ia memilih turun langsung mengikuti pawai. Bukan sekadar untuk meramaikan kegiatan kemerdekaan, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus menyampaikan pesan kepada generasi muda.

Paimin berharap anak-anak muda tidak kehilangan semangat untuk mengenang dan menyuarakan kemerdekaan.

BACA JUGA:Demi Merah Putih, Busana Domba Jadi Pusat Perhatian Warga Lubuk Sanai 3

Menurutnya, generasi sekarang memiliki tanggung jawab untuk menjaga apa yang telah diperjuangkan oleh generasi sebelumnya.

Ia mengaku tidak ingin usia dijadikan alasan untuk berhenti menunjukkan kecintaan kepada tanah air.

Selama tubuh masih mampu melangkah, ia akan berusaha ikut dalam kegiatan yang berkaitan dengan peringatan kemerdekaan.

Langkah Paimin yang menempuh jarak lebih dari dua kilometer menjadi gambaran bahwa semangat nasionalisme tidak mengenal batas usia.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: