MUKOMUKO, RADARUTARA.ID — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Mukomuko kembali memperketat pengawasan data pendidikan anak usia dini (PAUD).
Langkah ini diwujudkan melalui verifikasi dan validasi ulang jumlah siswa di setiap lembaga PAUD guna memastikan kesesuaian antara data administrasi dan kondisi riil di lapangan.
Fokus utama kegiatan ini adalah menyinkronkan data pokok pendidikan dengan jumlah anak yang benar-benar terdaftar dan aktif di masing-masing satuan PAUD.
Ketidaksesuaian sekecil apa pun bisa berpotensi mengarah pada praktik manipulasi data dan bisa dijerat hukum.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Mukomuko, Arni Gusnita, MM melalui Kepala Bidang PAUD, Eva Susanti, menegaskan bahwa selisih data tidak bisa lagi dianggap hal sepele.
Setiap lembaga diwajibkan menyajikan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia mencontohkan, apabila dalam data pokok pendidikan tercatat 20 siswa, namun hasil pengecekan di lapangan hanya ditemukan 19 anak yang benar benar-benar sekolah di PAUD itu, maka selisih satu orang tersebut sudah masuk kategori mark-up. Kondisi seperti ini tidak dibenarkan dan harus segera diperbaiki.
"Validitas data menjadi dasar penting dalam berbagai kebijakan, mulai dari perencanaan program hingga penyaluran bantuan pendidikan. Data yang tidak akurat berisiko merugikan sistem dan menciptakan ketimpangan dalam distribusi anggaran," tegasnya.
Ia menambahkan, proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh dengan membandingkan data administrasi dengan jumlah riil siswa di sekolah. Jika ditemukan ketidaksesuaian, pihak sekolah diminta segera melakukan pembaruan data sesuai kondisi sebenarnya.
Dirinya juga mengingatkan seluruh pengelola PAUD agar tidak bermain-main dengan angka. Upaya memperbesar jumlah siswa secara tidak sah dinilai sebagai pelanggaran yang mencederai integritas dunia pendidikan.
"Kami terus berkomitmen menertibkan data pendidikan sejak jenjang paling dasar. Keakuratan data tidak hanya menjadi kewajiban administratif, tetapi juga fondasi dalam membangun sistem pendidikan yang adil dan tepat sasaran," pungkasnya.