Warga Lubuk Sanai Resah Tower Keropos Tak Tersentuh Perawatan

Warga Lubuk Sanai Resah Tower Keropos Tak Tersentuh Perawatan

Terlihat bangunan tower Telkomsel yang dikeluhkan warga-Radar Utara / Wahyudi-

MUKOMUKO, RADARUTARA.ID – Ketenangan warga Desa Lubuk Sanai, Kecamatan XIV Koto, terusik oleh keberadaan sebuah tower telekomunikasi milik PT Telkomsel yang berdiri tepat di kawasan permukiman.

Betapa tidak, bangunan tower yang kabarnya sudah berdiri sejak tahun 2005 itu, sudah lima tahunan belakangan ini belum tersentuh perawatan.

Akibatnya, sejumlah titik bangunan mengalami kerusakan akibat berkarat. Bahkan ada sebagian diantaranya yang mulai keropos. Warga pun kini diliputi rasa waswas, terlebih saat angin kencang melanda.

“Kalau angin besar, kami benar-benar khawatir. Takutnya tower itu roboh dan menimpa rumah warga,” ungkap Sudirman, salah seorang warga yang rumahnya berada sangat dekat dengan lokasi tower tersebut.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Selain usia bangunan yang sudah dua dekade, minimnya perawatan dinilai mempercepat kerusakan struktur.

Warga menilai, keberadaan tower di tengah permukiman padat seharusnya diiringi dengan pengawasan dan perawatan rutin demi menjamin keselamatan masyarakat.

“Sudah lama kami resah. Apalagi sekarang kondisinya makin parah. Kami berharap ada tindakan nyata dari pihak terkait, jangan sampai menunggu kejadian buruk dulu baru bergerak,” tambah Sudirman.

Warga pun mendesak pihak perusahaan untuk segera melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi tower tersebut.

Jika diperlukan, mereka meminta dilakukan perbaikan total atau bahkan relokasi demi menghindari potensi risiko yang lebih besar.

Selain itu, pemerintah daerah juga diminta tidak tinggal diam. Peran pengawasan dan penegakan regulasi dinilai sangat penting, terutama terhadap infrastruktur yang berdiri di tengah lingkungan masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan.

"Sekecil apa pun bangunan itu, harus diiringi dengan tanggung jawab jangka panjang. Keamanan warga tidak boleh diabaikan, terlebih ketika ancaman nyata berdiri hanya beberapa meter dari pintu rumah kami. Kami ingin hidup tenang tanpa dihantui rasa takut," pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: