Kopi kintamani berasal dari dataran tinggi Kintamani, Bali. Kopi ini diproses dengan metode basah, yang membuatnya memiliki rasa yang bersih dan seimbang.
Kopi kintamani memiliki varietas arabika, yang memiliki rasa yang asam dan kandungan kafein yang rendah.
Kopi kintamani memiliki karakteristik rasa yang unik, seperti jeruk, jeruk nipis, dan tomat.
Kopi ini juga memiliki aroma yang segar dan menyenangkan, yang membuatnya cocok untuk diminum di pagi hari.
Kopi kintamani cocok diseduh dengan metode manual, seperti tubruk, french press, atau pour over.
5. Kopi Sumatera
Kopi sumatera berasal dari Pulau Sumatera, yang merupakan salah satu pulau penghasil kopi terbesar di Indonesia.
Kopi ini diproses dengan metode kering, yang membuatnya memiliki rasa yang kaya dan kompleks.
Kopi sumatera memiliki varietas arabika, yang memiliki rasa yang asam dan kandungan kafein yang rendah.
Kopi sumatera memiliki karakteristik rasa yang berbeda-beda, tergantung dari daerah asalnya.
Beberapa contoh adalah kopi mandailing, kopi lintong, dan kopi kerinci. Kopi-kopi ini memiliki rasa yang bervariasi, seperti rempah-rempah, tanah, kayu, dan buah-buahan.
Kopi sumatera cocok diseduh dengan metode espresso, americano, atau mocha.