Kopi ini juga memiliki kadar kafein yang rendah, sehingga cocok bagi orang yang sensitif terhadap kafein.
Kopi luwak dapat ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi.
2. Kopi Toraja
Kopi toraja berasal dari dataran tinggi Toraja, Sulawesi Selatan.
Kopi ini diproses dengan metode basah, yang membuatnya memiliki rasa yang bersih dan segar.
Kopi toraja memiliki dua varietas, yaitu robusta dan arabika.
Robusta memiliki rasa yang lebih pahit dan kandungan kafein yang lebih tinggi, sedangkan arabika memiliki rasa yang lebih asam dan kandungan kafein yang lebih rendah.
Kopi toraja memiliki karakteristik rasa yang khas, seperti rempah-rempah, kayu manis, dan cokelat. Kopi ini juga memiliki aroma yang kuat dan tajam, yang membuatnya mudah dikenali.
Kopi toraja cocok diseduh dengan metode manual, seperti tubruk, french press, atau pour over.
3. Kopi Gayo
Kopi gayo berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh.
Kopi ini diproses dengan metode kering, yang membuatnya memiliki rasa yang kaya dan kompleks.
Kopi gayo memiliki varietas arabika, yang memiliki rasa yang asam dan kandungan kafein yang rendah.
Kopi gayo memiliki karakteristik rasa yang beragam, seperti buah-buahan, bunga, cokelat, dan karamel.
Kopi ini juga memiliki aroma yang harum dan menyegarkan, yang membuatnya disukai oleh banyak orang. Kopi gayo cocok diseduh dengan metode espresso, cappuccino, atau latte.
4. Kopi Kintamani