Efek Karhutla, Puskesmas Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus ISPA

Efek Karhutla, Puskesmas Pastikan Belum Ada Lonjakan Kasus ISPA

Kepala UPT Puskesmas Tanjung Harapan, Harmen-Radar Utara/ Sigit Haryanto-

RADARUTARA.ID - UPTD Puskesmas Tanjung Harapan, Kecamatan Ulok Kupai, Kabupaten Bengkulu Utara, memastikan hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di wilayah kerjanya. 

Hal ini disampaikan di tengah ancaman paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap menyelimuti sejumlah wilayah di Bengkulu Utara.

Harmen mengakui, paparan asap karhutla menjadi salah satu faktor yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat, terutama di daerah yang menjadi pusat terjadinya kebakaran.

BACA JUGA:Kabut Asap Mulai Selimuti Bengkulu, Jarak Pandang Masih Aman

Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan, termasuk ISPA, bagi masyarakat yang terpapar asap dalam intensitas tinggi.

Menurutnya, ancaman gangguan kesehatan akibat asap karhutla tidak hanya terbatas pada wilayah yang mengalami kebakaran secara langsung. 

Dampaknya juga berpotensi meluas ke daerah lain yang kualitas udaranya ikut terdampak sebaran asap.

Kendati demikian, Harmen memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan peningkatan kasus ISPA secara khusus di wilayah kerja UPTD Puskesmas Tanjung Harapan.

Meski belum ditemukan lonjakan kasus, ia mengingatkan masyarakat agar tidak lengah dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla, terutama ketika kualitas udara mulai menurun.

BACA JUGA:Mukomuko Diselimuti Kabut Asap, BPBD Telusuri Sumbernya

Ia mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar rumah, khususnya di wilayah yang terpapar asap tebal. 

Apabila terpaksa beraktivitas di luar ruangan, masyarakat diminta menggunakan masker sebagai salah satu upaya untuk mengurangi paparan partikel asap.

“Belum adanya lonjakan kasus ISPA bukan berarti masyarakat bisa mengabaikan risiko yang ada. 

Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar rumah saat paparan asap meningkat, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: