Harga TBS di Bengkulu Utara Meroket, Tembus Rp3.090 Perkilogram
Harga TBS di Bengkulu Utara Meroket, Tembus Rp3.090 Perkilogram-Radar Utara / Abdul Gafur-
ARGAMAKMUR, RADARUTARA.ID - Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di Kabupaten Bengkulu Utara terus menunjukkan tren kenaikan.
Berdasarkan data per 13 September 2026, harga di sejumlah pabrik tercatat meroket, dengan PT SIL A dan PT BBS menempati posisi tertinggi mencapai Rp3.090 per kilogram, sedangkan harga terendah di PT SM berada di angka Rp3.000 per kilogram.
Dari pantauan di lapangan, harga TBS di sejumlah pabrik pengolahan kelapa sawit di wilayah Bengkulu Utara bervariasi.
PT MPM dan PT Agricinal masing-masing mematok harga Rp3.050 per kilogram, PT SIL B Rp3.030, PT BAS Rp3.060, dan PT SIL Ketahun Rp2.940.
BACA JUGA:PMKS Tak Mengindahkan, Realisasi Pembelian TBS Sawit Disorot
Sementara itu, PT ALNO mencatatkan harga terendah di antara pabrik lainnya, yakni Rp2.010 per kilogram.
Kenaikan harga di tingkat pabrik ini disambut lega oleh kalangan petani.
Namun, mereka menyoroti kesenjangan harga yang masih terjadi di tingkat tengkulak atau Ramp.
Nadit Aldo, seorang petani sawit Bengkulu Utara, mengungkapkan bahwa harga yang diterima petani di tingkat Ramp masih berkisar Rp2.500 hingga Rp2.600 per kilogram.
“Meski harga di pabrik mencapai Rp3 ribu lebih, namun harga di tingkat tengkulak atau Ramp yang diterima petani masih Rp2.500 hingga Rp2.600 per kilogramnya,” ujar Nadit.
BACA JUGA:Camat Berharap PKS Baru di Bukit Harapan Lebih Kompetitif Membeli TBS Petani
Menurutnya, selisih harga tersebut dirasa masih memberatkan.
Ia menilai harga yang diterima petani saat ini belum sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan, mulai dari biaya panen, pemupukan, hingga biaya operasional lainnya yang terus meningkat.
“Harga ini kami nilai belum sebanding dengan biaya panen, pemupukan dan biaya operasional yang terus meningkat ditanggung petani,” lanjutnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
