Pasar Semi Modern Koto Jaya Mangkrak, Pedagang Enggan Masuk
Terlihat pasar semi modern di Koto Jaya yang belum difungsikan sampai sekarang-Radar Utara / Wahyudi-
MUKOMUKO, RADARUTARA.ID - Gedung Pasar Semi Modern yang berada di Kelurahan Koto Jaya, Kecamatan Kota MUKOMUKO, hingga Agustus 2026 belum juga difungsikan.
Bangunan yang telah selesai dibangun sejak beberapa tahun lalu itu justru terbengkalai tanpa aktivitas perdagangan sama sekali.
Kondisi di lapangan menunjukkan gedung tersebut tidak terawat. Sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan, mulai dari atap yang bocor hingga kerusakan pada beberapa struktur lainnya.
Minimnya perawatan membuat bangunan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi itu justru terlihat seperti aset yang ditinggalkan.
Tidak adanya aktivitas pedagang menjadi penyebab utama gedung itu tidak berfungsi.
Sejak awal selesai dibangun, para pedagang tidak tertarik untuk menempati lokasi tersebut dengan berbagai alasan.
Hingga kini, tidak ada tanda-tanda bangunan itu akan digunakan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Mukomuko, Safriadi, SH, mengakui bahwa gedung tersebut memang belum dimanfaatkan.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya bangunan itu direncanakan akan diserahkan kepada pengurus Koperasi Merah Putih di kelurahan setempat.
Namun rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Kondisi bangunan yang sudah mengalami banyak kerusakan menjadi salah satu kendala utama.
Selain itu, rendahnya minat pedagang untuk menempati gedung tersebut membuat upaya pemanfaatan tidak dapat dilanjutkan.
“Awalnya memang direncanakan untuk diserahkan ke koperasi Merah Putih. Tapi karena kondisi bangunan sudah banyak yang rusak dan pedagang juga tidak mau menempati, sampai sekarang belum dimanfaatkan,” ujarnya.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait perencanaan dan pengelolaan aset daerah. Bangunan yang dibangun dengan anggaran tidak sedikit itu justru tidak memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Di sisi lain, kerusakan yang terus terjadi berpotensi menambah beban anggaran jika suatu saat harus dilakukan perbaikan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: